Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Kisah Sukses Ferry Suwadi Penjual Bakso yang Bangun Jalan Desa Hingga Rp 10 Miliar, Cuma Lulusan SMP

Sosok Ferry Suwadi penjual bakso yang mengeluarkan uang hingga Rp 10 Miliar untuk memperbaiki jalan di desanya viral.

Penulis: Adelia Sari | Editor: galih permadi
Youtube/kasisolusi
Kisah Sukses Ferry Suwadi Penjual Bakso yang Bangun Jalan Desa Hingga Rp 10 Miliar, Cuma Lulusan SMP 

TRIBUNJATENG.COM - Sosok Ferry Suwadi penjual bakso yang mengeluarkan uang hingga Rp 10 Miliar untuk memperbaiki jalan di desanya viral.

Nama Ferry menjadi perbincangan warganet dan mendapat banyak pujian.

Pasalnya, Ferry ternyata sudah tak tinggal di Dusun Segelan, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Namun ia rela mengeluarkan uang hingga Rp 10 Miliar untuk memperbaiki jalan rusak di kampung halamannya.

Dalam wawancara di podcast Kasisolusi pada 3 Januari 2025, Ferry rela mengeluarkan dana tersebut karena selalu melalui jalan tersebut tiap pulang kampung.

Dirinya mengaku pulang setiap bulan untuk menjenguk orangtuanya.

Namun karena akses yang jelek, ia pun rela mengeluarkan uang untuk mengecor jalan.

Sebelum membangun jalan, Ferry juga membangun masjid di kampungnya.

"Pertama bangun di kampung, 2014, bangun masjid dulu. Terus selesai 2017, waktu mau peresmian masjis, istri minta jalan di depan masjid dicor dulu biar rapi. Setelah jalan selesai, warga ada yang nyeletuk setelah ini, ke selatan dicor sekalian ya. Saya tantang, warga di situ, saya mau ngecor asalkan jalannya dilebarin sampai 10 meter," ucap Ferry.

Warga pun sepakat jika tanahnya dipakai untuk pelebaran jalan.

Ferry sendiri merupakan juragan bakso sukses di Batam dan sudah memiliki 8 cabang dengan nama Bakso Gunung.

Ia juga memiliki 5 cabang produksi bahan baku bakso.

Ferry merintis usaha bakso dari tahun 1992.

Namun Bakso Gunung mulai dirintis di tahun 2009.

"Saya pakai bakso Gunung karena saya berasal dari Gunung Kawi gitu," paparnya.

Kini Ferry sudah ber-KTP Batam dan tinggal di Batam.

Di balik kesuksesannya, Ferry ternyata hanya mengenyam pendidikan sampai SMP saja.

Ia mulai merantau di usia 16 tahun.

"Umur 16 tahun saya merantau ke Jawa Barat, jualan bakso pikul. Di sana sekitar 6 bulan, saya pernah ikut abang di Surabaya, bengkel. Tapi nggak menjanjikan. Saya ke Bali jualan bakso lagi. Di sana 2 tahun saya mengumpulkan uang Rp 900 ribu untuk merantau ke Batam," ucapnya.

Ferry pun memilih ke Batam setelah mendapat rekomendasi dari pelanggannya.

Ia lalu mengajak temannya merantau ke Batam dan membuka bakso bersama temannya.

"Saya bawa uang Rp 900 ribu, teman saya bawa Rp 350 ribu untuk jual pertama, tapi itu nggak kepakai semua. Masih ada sisa Rp 500 ribu," ucap Ferry.

Awalnya ia berjualan bakso dengan berkeliling Kota Batam.

Sampai akhirnya ia memiliki banyak gerobak.

Ferry sempat terkena malaria saat merintis usaha.

Saat itu temannya juga sempat kecelakaan dan mengalami patah tulang.

Sampai akhirnya Ferry membagikan 11 gerobak menjadi dua dengannya.

"Saya udah menikah, jadinya kita belah jadi dua. Saya bawa 6 gerobak, teman saya bawa 5 gerobak," ucap Ferry.

Meskipun sudah menjadi juragan bakso, Ferry masih turun bekerja.

"Sampai saat ini saya masih kerja. Renovasi ruko saya masih terjun," 

(*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved