Jembatan Sucipto Suwigo: Jembatan Penghubung Hati dan Harapan Warga Magelang
Jembatan Sucipto Suwigo di Magelang, kini kokoh dan megah, jadi simbol harapan baru, penghubung vital dua wilayah, dan peningkat ekonomi warga.
Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG – Jembatan Sucipto Suwigo yang megah kini berdiri kokoh, menjadi penghubung antara Kelurahan Rejosari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, dan Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.
Jembatan ini diresmikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, pada Kamis (9/1/2025).
Tidak hanya sebagai sarana transportasi, jembatan ini menjadi simbol harapan baru dan semangat kebersamaan bagi warga Magelang.
Sebelum dibangun menjadi jembatan permanen, lokasi ini dikenal sebagai "jembatan Indiana Jones"—sebuah jembatan gantung sederhana yang hanya bisa dilalui pejalan kaki, sepeda, dan sepeda motor.
“Dulu warga yang menggunakan kendaraan roda empat harus memutar jauh. Sekarang semuanya lebih mudah,” kata Mukhodim, warga Kecamatan Bandongan yang setiap hari membawa hasil dagangannya ke pasar kota.
Dengan panjang 100 meter dan lebar 6-7 meter, jembatan ini dibangun dalam waktu 10 bulan, dari Maret hingga Desember 2024, dengan anggaran Rp 48,6 miliar.
Pembangunan jembatan Sucipto Suwigo merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
- Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR menyumbangkan rangka baja.
- Pemerintah Kabupaten dan Kota Magelang menyediakan lahan.
- Pemerintah Provinsi Jateng bertanggung jawab atas konstruksi jembatan.
“Jembatan ini bukan hanya alat transportasi, tetapi juga akan meningkatkan perekonomian warga Kabupaten dan Kota Magelang,” kata Nana.
Nama jembatan diambil dari almarhum Pak Cipto, sosok inspiratif yang dahulu menggagas pembangunan jembatan gantung di lokasi ini.
“Sebagai penghormatan, jembatan ini kami namakan Sucipto Suwigo,” tambahnya.
Isti, warga Desa Rejosari, merasa lebih aman melintasi jembatan baru ini.
“Dulu rasanya was-was kalau lewat jembatan gantung, apalagi saat membawa barang. Sekarang lebih nyaman dan aman,” ujarnya.
Selain meresmikan jembatan, Pj Gubernur juga membuka jalan akses menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Regional di Desa Rejosari dan Desa Gandusari.
Dengan nilai kontrak Rp 29,09 miliar, jalan sepanjang 1,57 kilometer ini menjadi langkah awal untuk pengelolaan sampah yang lebih baik.
Jembatan Sucipto Suwigo kini menjadi penghubung dua wilayah yang sebelumnya terpisahkan.
Lebih dari sekadar alat transportasi, jembatan ini menjadi simbol tekad, kolaborasi, dan kepedulian, membawa harapan baru bagi masyarakat Magelang.
| Ketua DPRD Kompak Berseragam ala Tentara, Ikuti Retret di Akmil Magelang: Kami Siap Digembleng |
|
|---|
| Siap Digembleng, Bondan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Ikuti Retret 5 Hari di Akmil Magelang |
|
|---|
| Ketua DPRD se Indonesia Ikuti Retret di Akmil Magelang, Penutupan Jalan Gatsu Situasional |
|
|---|
| "Penghematannya Sedikit" Alasan Pemkab Magelang Tak Terapkan Kebijakan WFH Ala Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Maut Trans Jateng VS 3 Kendaraan, Satu Orang Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Jembatan-Sucipto-Suwigo-Magelang.jpg)