Walking Tour Semarang, Wadah Profesional Tourguide Angkat Sejarah Kota
Walking Tour Semarang hadir sejak 2022 sebagai wadah profesional tourguide, memajukan wisata sejarah dengan pelatihan dan informasi mendalam.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komunitas Walking Tour Semarang menjadi wadah bagi para pegiat pariwisata untuk memajukan sektor wisata sejarah di Kota Semarang.
Komunitas ini beranggotakan berbagai latar belakang, seperti pegawai instansi pemerintah, jurnalis, namun didominasi oleh profesional tourguide yang memiliki misi menyampaikan sejarah Kota Semarang secara luas hingga ke tingkat internasional.
Pegiat Walking Tour, Yuliansyah Ariawan, menjelaskan bahwa komunitas ini lahir pada tahun 2022 sebagai kelanjutan dari Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Pemerintah Kota Semarang.
"Tujuannya adalah membentuk city tourguide yang lebih berkualitas dan tidak asal dalam memberikan informasi sejarah Kota Semarang," ujar Ariawan, Jumat (10/1/2025).
Komunitas Walking Tour Semarang fokus pada pelatihan profesional tourguide untuk dapat bercerita tentang sejarah kota secara mendalam dan runut.
"Banyak tourguide yang awalnya tidak berani bercerita tentang sejarah Kota Semarang. Setelah kami beri pelatihan dan ilmu, mereka kini lebih percaya diri dan mulai mengambil pekerjaan sebagai city tourguide," tambahnya.
Melalui pelatihan ini, jumlah city guide di Kota Semarang meningkat, sehingga dapat memberikan informasi menarik dan akurat kepada wisatawan, termasuk tamu internasional dan akademisi.
Sebagai pemandu wisata sejarah, city tourguide di Kota Semarang biasanya memberikan informasi tentang sejarah bangunan, arsitektur, hingga kuliner khas Semarang. Jasa mereka dihargai sekitar Rp350 ribu per hari untuk mendampingi tamu.
Komunitas Walking Tour Semarang berharap terus berkontribusi dalam mengangkat pariwisata Kota Semarang dengan menyajikan sejarah secara profesional dan mendalam kepada para pengunjung.
| Kota Semarang akan Memulai Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-479 Melalui Launching |
|
|---|
| Hunian Baru Dekat Danau Harga Terjangkau BSB Village by Arya Group |
|
|---|
| Mailani Pertahankan Olahan Tradisional Es Krim Karimata, Eksis Sejak 1980-an, Dilakoni Tiga Generasi |
|
|---|
| Launching Rangkaian Peringatan HUT Ke-479, Pemkot Prioritaskan Program Substantif dan Layanan Gratis |
|
|---|
| "Saya di Belakangnya Persis" Cerita Rama Detik-detik Pemotor Terjatuh Sebelum Laka Maut di Ngaliyan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Walking-Tour-Semarang.jpg)