Berita Ungaran
Stunting Masih Jadi Isu Utama Pemkab Semarang, Makan Bergizi Gratis Digencarkan
Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening menginginkan adanya optimalisasi program pemerintah daerah.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening menginginkan adanya optimalisasi program-program pemerintah daerah mulai 2025 ini.
Pasalnya, dengan kepemimpinan baru dari pihak eksekutif maupun legislatif, kesejahteraan masyarakat masih menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.
Hal itu dia ungkapkan seusai rapat paripurna terkait pengumuman kepala daerah terpilih di Kabupaten Semarang di Kantor DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/1/2025).
Baca juga: Jelang HUT ke-50 PDI Perjuangan, Ini Harapan Ngesti Nugraha dan Bondan Marutohening
Dalam paripurna tersebut, pasangan Ngesti Nugraha dan Nur Arifah diumumkan sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Semarang Terpilih Dalam Pilkada 2024.
Ngesti Nugraha yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Semarang kembali terpilih untuk periode keduanya, yakni 2025-2030.
“Untuk melaksanakan pelayanan kepada masyarakat agar optimal, sehingga serapan anggaran bisa dimulai sejak awal,” kata Bondan.
Menurut legislator PDI Perjuangan tersebut, kesehatan, pendidikan dan kemiskinan masih menjadi isu utama.
Satu di antaranya yakni program dari pemerintah pusat terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Harapannya bisa segera dijalankan, kami juga masih menunggu petunjuk teknis maupun petunjuk pelaksanaannya,” imbuh Bondan.
Pengumuman dalam paripurna tersebut juga sebagai syarat pengusulan pengesahan pengangkatan kepada Menteri Dalam Negeri, melalui Gubernur Jawa Tengah.
Sementara itu, Ngesti Nugraha mengonfirmasi bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan informasi terkait waktu pelantikan dirinya dan Nur Arifah.
“Untuk pelantikan masih menunggu perkembangan,” kata Ngesti.
Pemkab Semarang, lanjut dia, satu di antaranya akan berfokus pada percepatan penurunan angka stunting.
Dari data dia, angka kasus stunting di Kabupaten Semarang sebanyak 4.6 persen dengan peringkat terendah ke-tiga se-Jawa Tengah.
Ngesti menegaskan, pihaknya bersama-sama dengan perusahaan swasta akan terus menggencarkan penurunan angka stunting.
Baca juga: Trans Semarang Kaji Penambahan Nilai BOK untuk Operator
Selain itu, dana desa juga diharapkan sebagiannya bisa dialokasikan untuk menyehatkan balita di Kabupaten Semarang.
“Penimbangan anak, sosialisasi, semuanya harus terus berjuang menekan stunting.
Harapannya semakin turun agar anak-anak kita menjadi anak yang sehat,” pungkas dia. (*)
| Tragedi Rokok di Atas Ranjang: Pria Sakit Tewas Terpanggang Saat Sendirian di Ungaran |
|
|---|
| Imbas Bahan Baku Naik Drastis, Produsen Plastik di Pringapus Semarang Kurangi Produksi |
|
|---|
| Kebakaran Landa Tempat Pengisian Gas di Pringapus Semarang, Enam Luka-luka |
|
|---|
| Menaker Turun Langsung Tangani Aduan Pembayaran THR di Kabupaten Semarang |
|
|---|
| Angka Kecelakaan Turun 4 Persen di Kabupaten Semarang Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Suasana-rapat-paripurna-pengumuman-Paslon-Bupati-Semarang-Terpilih.jpg)