Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ungaran

Stunting Masih Jadi Isu Utama Pemkab Semarang, Makan Bergizi Gratis Digencarkan

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening menginginkan adanya optimalisasi program pemerintah daerah.

dok DPRD Kabupaten Semarang/istimewa
PARIPURNA - Suasana rapat paripurna dalam rangka Pengumuman Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Semarang Terpilih di Kantor DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/1/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening menginginkan adanya optimalisasi program-program pemerintah daerah mulai 2025 ini.

Pasalnya, dengan kepemimpinan baru dari pihak eksekutif maupun legislatif, kesejahteraan masyarakat masih menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.

Hal itu dia ungkapkan seusai rapat paripurna terkait pengumuman kepala daerah terpilih di Kabupaten Semarang di Kantor DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/1/2025).

Baca juga: Jelang HUT ke-50 PDI Perjuangan, Ini Harapan Ngesti Nugraha dan Bondan Marutohening

Dalam paripurna tersebut, pasangan Ngesti Nugraha dan Nur Arifah diumumkan sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Semarang Terpilih Dalam Pilkada 2024.

Ngesti Nugraha yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Semarang kembali terpilih untuk periode keduanya, yakni 2025-2030.

“Untuk melaksanakan pelayanan kepada masyarakat agar optimal, sehingga serapan anggaran bisa dimulai sejak awal,” kata Bondan.

Menurut legislator PDI Perjuangan tersebut, kesehatan, pendidikan dan kemiskinan masih menjadi isu utama.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening 5
PIMPIN RAPAT - Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening saat memimpin rapat paripurna Pengumuman Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Semarang Terpilih di Kantor DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/1/2025).

Satu di antaranya yakni program dari pemerintah pusat terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Harapannya bisa segera dijalankan, kami juga masih menunggu petunjuk teknis maupun petunjuk pelaksanaannya,” imbuh Bondan.

Pengumuman dalam paripurna tersebut juga sebagai syarat pengusulan pengesahan pengangkatan kepada Menteri Dalam Negeri, melalui Gubernur Jawa Tengah.

Sementara itu, Ngesti Nugraha mengonfirmasi bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan informasi terkait waktu pelantikan dirinya dan Nur Arifah.

“Untuk pelantikan masih menunggu perkembangan,” kata Ngesti.

Pemkab Semarang, lanjut dia, satu di antaranya akan berfokus pada percepatan penurunan angka stunting.

Dari data dia, angka kasus stunting di Kabupaten Semarang sebanyak 4.6 persen dengan peringkat terendah ke-tiga se-Jawa Tengah.

Ngesti menegaskan, pihaknya bersama-sama dengan perusahaan swasta akan terus menggencarkan penurunan angka stunting.

Baca juga: Trans Semarang Kaji Penambahan Nilai BOK untuk Operator

Selain itu, dana desa juga diharapkan sebagiannya bisa dialokasikan untuk menyehatkan balita di Kabupaten Semarang.

“Penimbangan anak, sosialisasi, semuanya harus terus berjuang menekan stunting.

Harapannya semakin turun agar anak-anak kita menjadi anak yang sehat,” pungkas dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved