Banjir dan Longsor di Jateng, 943 Warga Mengungsi, 4 Orang Hilang
Cuaca ekstrem melanda Jateng, menyebabkan banjir dan longsor di 15 daerah. 943 warga mengungsi, 1 orang meninggal, dan 4 orang hilang di Pekalongan
Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Cuaca ekstrem yang melanda Jawa Tengah menyebabkan 15 daerah terkena bencana sejak Senin (20/1) pukul 19.00 WIB hingga Selasa (21/1) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, mayoritas wilayah terdampak berada di Pesisir Utara.
Banjir melanda Kabupaten Brebes, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Kota Semarang, dan Demak.
Wilayah tengah seperti Grobogan, Sragen, Surakarta, dan Sukoharjo juga terkena genangan air. Di bagian selatan, Banjarnegara turut terdampak.
Selain banjir, tanah longsor dilaporkan di Pekalongan, Kendal, Semarang, dan Banjarnegara. Cuaca ekstrem juga melanda Kendal dan Jepara.
Akibat bencana tersebut, 1.366 rumah terendam, 26 rumah rusak, dan 10 hektare lahan terdampak. Sebanyak 25 fasilitas umum juga mengalami kerusakan.
Sebanyak 943 warga mengungsi, 6 orang luka-luka, dan 1 orang meninggal dunia.
Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebutkan evakuasi dan penyediaan tempat pengungsian terus dilakukan.
Koordinasi dengan dinas teknis seperti Pusdataru dan BMCK juga berjalan untuk penanganan lebih spesifik.
"Kami fokus pada penanganan warga terdampak. Asesmen masih berlangsung di beberapa lokasi karena ada potensi kejadian susulan," jelas Bergas, Selasa (21/1/2025).
Di Kabupaten Brebes, sekitar 40 warga dievakuasi dari satu lokasi, dengan total pengungsi mencapai 300 orang.
Di Kendal, bencana banjir dan longsor memerlukan langkah penanganan lebih intensif.
"Bantuan logistik sudah disalurkan. Pasokan makanan mengandalkan gudang bahan pangan di masing-masing kabupaten kota terdampak," tambahnya.
Sementara itu, banjir bandang di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, menyebabkan beberapa orang terseret arus.
Hingga kini, 4 orang dilaporkan masih hilang.
“Jumlah pastinya masih simpang siur. Informasi warga menyebut ada belasan orang yang terbawa arus, bahkan ada yang menyebut hingga 14 orang. Mereka sedang memancing saat banjir melanda,” ungkap Bergas.
Tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban hilang. Cuaca ekstrem menyulitkan proses pencarian.
| Kronologi Ibu dan Anak di Blora Tersengat Listrik saat Banjir Masuk Rumah, Sang Ibu Meninggal |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Minggu 12 April 2026 Besok, Waspada Hujan Lebat di 21 Daerah |
|
|---|
| Banjir Luapan Sungai di Cepu Blora Sempat Rendam Ratusan Rumah, 1 Warga Meninggal Tersetrum |
|
|---|
| Kena 'Racun' Sehat Sekda Sumarno, Gubernur Luthfi Kini Ketagihan Lari dan Bersepeda 7 Km Setiap Pagi |
|
|---|
| Jangan Coba-Coba Kelayapan saat WFH, Ahmad Luthfi Siapkan Sanksi Disiplin bagi ASN Bandel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kondisi-banjir-bandang-dan-tanah-long.jpg)