Jumat, 29 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kecamatan Tugu Semarang Jadi Percontohan Teknologi Biosalin, Ini Target Mbak Ita

Wali Kota Semarang Hevearita Rahayu menjadikan Kecamatan Tugu percontohan teknologi biosalin. Inovasi ini tingkatkan hasil panen hingga 7 ton per hekt

Tayang:
istimewa
Wali Kota Semarang Hevearita Rahayu menjadikan Kecamatan Tugu percontohan teknologi biosalin. Inovasi ini tingkatkan hasil panen hingga 7 ton per hektare. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan keinginannya agar Kecamatan Tugu menjadi percontohan penerapan teknologi biosalin di sektor pertanian dan gudang benih biosalin.

Hal ini disampaikan dalam acara Gerakan Pembudayaan Pertanian Perkotaan di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Jumat (17/1/2025).

Mbak Ita, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa teknologi biosalin berpotensi memanfaatkan lahan sawah yang sebelumnya tidak produktif.

“Kami ingin kawasan Tugu menjadi percontohan bahwa padinya adalah biosalin semua, bisa menghasilkan lebih optimal untuk rawa dan daerah pesisir lainnya,” ujar Mbak Ita.

Teknologi biosalin memungkinkan padi tumbuh subur di lahan dengan salinitas tinggi dan mampu meningkatkan hasil panen hingga 6-7 ton per hektare, jauh lebih tinggi dibandingkan padi biasa.

Mbak Ita menginstruksikan perangkat kecamatan dan kelurahan serta Dinas Pertanian untuk melibatkan kelompok tani di Kecamatan Tugu dalam pelatihan dan edukasi biosalin.

“Kita harus memastikan semua petani di sini memahami teknologi ini. Jangan sampai tetangga dekat tidak tahu, sementara benih kita sampai ke daerah lain,” imbuhnya.

Dengan luas lahan sawah sekitar 400 hektare, Mbak Ita optimis Kecamatan Tugu dapat mendukung swasembada pangan dan menjadi contoh produktivitas lahan idle.

“Semoga Tugu menjadi contoh bagi daerah lain bahwa lahan idle bisa menjadi persawahan produktif,” tutupnya.

Selain penanaman padi biosalin, acara tersebut juga meresmikan embung geomembran dan rumah produk olahan hasil kolaborasi Pemkot Semarang dengan BRIN, Bank Jateng, Pertamina, dan PGN.

CSR berbagai pihak menyumbang dana hingga Rp5 miliar untuk program ini.

“Geomembran ini bermanfaat sebagai kolam penampungan air untuk pengairan sawah, khususnya saat kemarau,” jelas Mbak Ita.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi solusi atas keterbatasan anggaran sektor pertanian di Kota Semarang.

“Anggaran Dinas Pertanian kita kecil, tapi berkat bantuan BRIN, Bank Jateng, Pertamina, dan PGN, kita bisa mencapai target swasembada pangan lebih cepat,” pungkasnya.
 

 
 
 
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved