Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

5 Kecamatan Zona Merah PMK, Pemkab Batang Bakal Tutup Pasar Hewan

Dinparperta Batang menetapkan lima kecamatan masuk dalam status zona merah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Penulis: dina indriani | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
Petugas saat memeriksa ternak yang terindikasi terkena PMK beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dinparperta) menetapkan lima kecamatan masuk dalam status zona merah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Guna menangani wabah ini, dua tim khusus telah ditugaskan, yakni tim pengobatan dan tim vaksinasi. 

Kepal Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Batang, Syam Manohara, mengungkapkan bahwa vaksin akan disalurkan sebesar 1.000 hingga 2.000 dosis untuk periode Februari hingga April. 

Baca juga: Peternak di Kudus Khawatir, Selain Mematikan PMK Bisa Turunkan Harga Hewan Ternak

“Jumlah ini jauh dari memadai, mengingat populasi sapi di Kabupaten Batang mencapai 17 ribu ekor,” tutur Syam.

Adapun lima kecamatan yang masuk zona merah adalah Bawang dengan 14 kasus, Reban 27 kasus, Wonotunggal 30 kasus, Kandeman 42 kasus, dan Tulis sebanyak 12 kasus.

Sementara itu, vaksin hanya akan disalurkan ke lima kecamatan yang belum terpapar PMK: Batang, Gringsing, Banyuputih, Bandar, dan Pecalungan. 

Untuk mencegah penyebaran wabah ini, tiga sapi telah mati karena PMK, dan sejumlah kambing serta domba juga dilaporkan terjangkit.

Jawa Tengah sendiri dijatah 40 ribu dosis vaksin yang sekarang mulai didistribusikan.

“Untuk hewan yang sudah terpapar, tindakan isolasi menjadi langkah utama, disertai penerapan biosecurity oleh peternak,” tambah Syam. 

Meski terpapar PMK, daging sapi masih boleh dikonsumsi dengan pengecualian pada bagian jeroan, kaki, dan kepala yang harus dikubur. 

Pemerintah Kabupaten Batang optimis bahwa langkah ini dapat mengendalikan wabah PMK.

Baca juga: Upaya Pencegahan PMK, Didik: Peternak di Kudus Responsif

Salah satu tindakan yang dilakukan adalah penutupan Pasar Hewan Limpung setelah ditemukan 8 ternak terinfeksi PMK.

Masyarakat pun diminta untuk segera melaporkan indikasi penyakit pada ternak mereka agar penanganan lebih cepat dapat dilakukan. 

"Kami berkomitmen untuk melindungi peternak dan memastikan hewan ternak tetap sehat,” pungkasnya.(din)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved