Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banjir Kendal

2 Minggu Banjir Berlalu, SMP Patebon Kendal Masih Terendam Lumpur 30 Cm

Dua minggu pasca banjir bandang di Kecamatan Patebon Kendal, aktivitas pembelajaran SMP 2 Patebon belum sepenuhnya normal.

Tayang:
TRIBUN JATENG/ AGUS SALIM
SISA BANJIR - Kondisi ruangan SMP 2 Patebon Kendal masih masih tergenang lumpur bercampur air usai dilanda banjir sejak dua minggu lalu. Aktivitas pembelajaran saat ini dialihkan ke daring, Selasa (4/2/2025).  

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dua minggu pasca banjir bandang di Kecamatan Patebon Kendal, aktivitas pembelajaran SMP 2 Patebon belum sepenuhnya normal.

Sejak banjir jebolnya dua tanggul Kali Bodri pada Senin (20/1/2025) malam, lumpur setebal 30 sentimeter hingga kini masih berceceran di ruang kelas dan halaman sekolah.

Pihak sekolah pun terpaksa mengalihkan sistem pembelajaran secara daring. 

Baca juga: BPBD Kota Semarang Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kudu Genuk

Kepala SMP 2 Patebon, Kuncoro Pujiarto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan pihak terkait untuk mencari solusi agar pembelajaran bisa kembali secara tatap muka.

Terlebih saat kejadian banjir setinggi dua meter itu, satpam tak sempat menyelamatkan peralatan dan dokumen di dalam gedung.

"Untuk mebel 60 persen masih bisa dipakai. Tetapi alat elektronik tidak ada yang bisa dipakai karena terendam banjir dan bercampur lumpur," katanya ditemui di sela pembersihan sisa banjir di SMP 2 Patebon, Selasa (4/2/2025).

Ia menambahkan, guru dan siswa saat ini masih berjibaku membersihkan ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar bisa segera kembali normal.

Ia juga berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah dan mempercepat pemulihan kondisi sekolah.

"Saat ini sekolah sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten kendal terkait dokumen yang rusak dan terendam lumpur," sambungnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Sulardi mengatakan pihaknya telah meminta Pemprov Jateng untuk mengganti peralatan dan perlengkapan sekolah yang telah rusak.

Baca juga: FOTO-FOTO : Sudah Sepekan Wilayah Kudu Semarang Banjir, 288 Rumah Terendam

"Untuk sementara siswa tetap belajar dari rumah melalui sistem daring. Kami juga sudah meminta Dinas provinsi Jateng untuk bantuan perlengkapan," ujarnya.

Sulardi menerangkan, terdapat sekitar 200 siswa SMP 2 Patebon yang terdampak banjir dan membutuhkan bantuan. 

"Untuk kebutuhan seperti sepatu, buku tulis dan bolpoin itu yang urgen," tandasnya. (ags)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved