Berita Blora
Asep Dedi Mulyadi: Komunikasi Jadi Kunci Hindari Konflik Antara Perhutani dan Penggarap Lahan
Perhutani dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berkomitmen menjaga agar tidak terjadi konflik antara perhutani dengan masyarakat
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Perhutani dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berkomitmen menjaga agar tidak terjadi konflik antara perhutani dengan masyarakat penggarap lahan kawasan hutan.
Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perhutani Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi, mengatakan akan lebih mengedepankan komunikasi dan diskusi jika ada suatu permasalahan yang melibatkan perhutani dengan penggarap lahan.
"Untuk menghindari konflik, kita akan lebih mengedepankan terkait komunikasi, jadi ada rencana apapun, mau ada kegiatan apapun, kita harus saling memberikan informasi."
"Jadi kemudian ketika ada persolan kita akan diskusikan," katanya, saat menghadiri kegiatan penanaman serentak Agroforestri Pangan di petak 40 D, RPH Kedungringin, BKPH Ngliron, KPH Randublatung, Blora, Selasa (4/2/2025).
Lebih lanjut, pihaknya juga mengimbau semua pihak untuk menaati aturan-aturan yang ada, agar tidak terjadi konflik antara Perhutani dengan penggarap lahan hutan.
"Kemudian saya berharap semua pihak, juga menaati peraturan yang ada," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman juga menginginkannya agar hubungan Perhutani dengan petani penggarap kawasan hutan tetap harmonis.
"Kami ingin bagaimana Perhutani dengan pemerintah desa, dan juga seluruh Forkompimcam, Forkompimda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, selalu menjaga harmonisasi di masing-masing tingkatan."
"Tujuannya agar hubungan antara perhutani dan petani ini bisa kita jaga. Saling memberi manfaat, kita juga ingin hutannya lestari, tapi petani sekitarnya juga bisa sejahtera," paparnya.(Iqs)
| Dinas Pendidikan Blora Buka Opsi Hapus Seragam Batik Demi Ringankan Beban Orang Tua |
|
|---|
| SPMB Blora 2026 Dipastikan Bebas Titipan, Kepala Dinas Pendidikan: Semua Bisa Dipantau |
|
|---|
| Masuk Zona Aman LSD, Karpet Merah Buat Investasi dan Kampus Baru di Blora |
|
|---|
| Dijadwalkan Sejak April, Proyek Jalan Randublatung-Cepu Senilai Rp5,2 Miliar Belum Masuk Tender |
|
|---|
| Tebu yang Ditumpahkan di Depan Pabrik Gula GMM Todanan Blora saat Aksi Diduga Dipindahkan Sepihak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/HINDARI-KONFLIK-Kepala-Divisi-Regional-Kadivre-Perhutani-Jawa-Tengah-Asep-D.jpg)