Berita Jateng
Korban Kecelakaan di Jateng Meningkat 63 Persen, Pemotor Jadi Pelanggar Terbanyak
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah merilis hasil Operasi Keselamatan Candi 2025 yang berlangsung pada 10 Februari
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah merilis hasil Operasi Keselamatan Candi 2025 yang berlangsung pada 10 Februari hingga 23 Februari 2025 kemarin.
Ditlantas mencatat selama operasi dua pekan ada sebanyak 611 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27 orang.
Sementara angka kecelakaan pada operasi serupa di tahun 2024 tercatat telah terjadi 507 kasus kecelakaan dengan sebanyak 17 orang meninggal dunia.
Artinya, tahun ini ada peningkatan korban tewas sebesar 63 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Kami sudah berupaya melakukan pencegahan terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan melakukan tindakan tegas bagi pengendara yang terpantau secara kasat mata dan berpotensi laka lantas yang berakibat fatal," tutur Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Sonny Irawan dalam keterangan tertulis, Selasa (25/2/2025).
Sonny menyebut, para pelanggar lalu lintas selama operasi masih didominasi oleh para pemotor.
Pelanggar yang banyak dilakukan oleh mereka adalah tidak mengenakan helm standar nasional Indonesia (SNI).
Pelanggaran jenis ini tercatat sebanyak 8.500 kasus. Disusul pelanggaran penggunaan knalpot tidak standar alias brong sebanyak 5.585 kasus.
Pelanggaran mayoritas lainnya berupa pemotor yang melawan arus sebanyak 1.264 kasus.
Sebaliknya, para pengguna kendaraan roda empat atau lebih, pelanggaran terbanyak adalah tidak memakai sabuk pengaman sebanyak 997 kasus. Kemudian melawan arus tercatat 209 kasus.
"Kalau kendaraan dengan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) sebanyak 280 kasus," sambungnya.
Para pelanggar selama operasi Keselamatan candi 2025 tercatat ada sebanyak 59.776 pelanggar.
Jumlah tersebut menunjukkan penurunan sebesar 77 persen dibandingkan Operasi Keselamatan Candi 2024 yang tercatat ada sebanyak 77.788 pelanggar.
Menurut Sonny, mayoritas pelanggar ditindak secara teguran yakni sebanyak 45.183 pelanggar. "Penindakan hukum dilakukan sebagai langkah terakhir dengan mekanisme ETLE," ungkapnya.
Sementara, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan operasi kepolisian tersebut sebagai upaya cipta kondisi keamanan dalam menghadapi bulan ramadhan.
"Dengan tertib berlalu lintas diharapkan kita dapat mewujudkan suasana arus mudik nanti," tandasnya. (Iwn)
Baca juga: SMPN 39 Semarang Terapkan Keamanan Online Melalui Aplikasi Swipe Safe
Baca juga: Waspada Begal! Pria di Pati Kehilangan Dua Jari Saat Hendak Pergi ke Acara Dangdut
Baca juga: Disdik Blora Perbaikan 142 Sekolah Tahun Ini, Total Anggaran Rp19,7 Miliar, Berikut Data Rincinya
| Tolak Impunitas Hakim MH Usai Melecehkan 3 Wanita, LBH Semarang: Mau Besok Pensiun Tetap Diproses! |
|
|---|
| Polemik Konser Gelombang Cinta 4 Batal: NDX AKA Sebut Komentar "Refund" Adalah Tanggung Jawab Moral |
|
|---|
| Cilacap Jadi Lokasi Proyek Hilirisasi Nasional, Ungkit Perekonomian Daerah |
|
|---|
| Tak Kunjung Beri Sanksi Hakim MH Terlibat Skandal Pelecehan, Mahkamah Agung Diduga Jaga Nama Baik? |
|
|---|
| Jadi Percontohan Nasional, Jateng Dinilai Paling Progresif Terapkan Ekosistem Halal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Dirlantas-Polda-Jateng-Kombes-Pol-Sonny.jpg)