Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Harga Cabai Melejit, Sejumlah Warga di Purwokerto Memilih Cabai Rusak: Beli yang Segar Tak Kuat

Sejumlah warga di Kabupaten Banyumas, memilih membeli cabai rawit merah yang rusak

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Tribunjateng/Permata Putra Sejati
CABAI NAIK, Seorang pembeli saat akan membeli cabai di salah satu pedagang di Purwokerto, Kamis (27/2/2025). Sejumlah warga di Kabupaten Banyumas, memilih membeli cabai rawit merah yang rusak karena harga cabai merah segar mahal. (Tribunjateng/Permata Putra Sejati) 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sejumlah warga di Kabupaten Banyumas, memilih membeli cabai rawit merah yang rusak.

Hal itu dipengaruhi harga cabai rawit merah saat ini sedang melambung tinggi hingga Rp 96 ribu per kilogram. 

Seorang pembeli cabai, Sumiyati (51) mengatakan memilih membeli cabai rusak karena harga cabai rawit merah yang segar harganya sangat tinggi.

"Harganya tinggi, kalau beli cabai rawit merah tidak kuat," ujar Sumiyati yang merupakan penjual mie ayam kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (27/2/2025).

Baca juga: Harga Sembako Naik Jelang Ramadan, Cabai Jadi Raja Pasar di Semarang!

Baca juga: Harga Cabai Hari Ini Jelang Ramadan, Tembus Rp96.000 per Kilogram di Pasar Wage Purwokerto

Ia mengaku harus menyiasati demikian karena banyak pelanggannya yang menyukai pedas. 

Salah satu pedagang, Heri (56) mengatakan, cukup banyak yang membeli cabai rusak karena lebih murah. 

Harga cabai rawit merah yang rusak dijual dengan harga antara Rp20 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram. 

"Kalau orang sini menyebutnya cabai sambelan atau untuk membuat sambal.

Kebanyakan yang beli tukang bakso dan penjual makanan lainnya," terangnya. 

Dalam setiap 1 kg cabai biasanya terdapat sekitar 10 sampai 20 persen cabai yang rusak.

"Saya pilah-pilah yang rusak, harus telaten memilahnya, kalau tidak dipilah kasihan pembelinya," jelasnya. 

Di lain sisi, kenaikan harga cabai rawit merah juga mengakibatkan penjualan menurun.

"Omzet menurun bisa sampai 50 persen. Orang-orang yang misal biasanya beli 0,5 kg, sekarang paling cuma 1 ons," kata pedagang lainnya di Pasar Wage, Hadi (60).

Melonjak jelang Ramadan

Menjelang Ramadhan harga cabai rawit merah di Kabupaten Banyumas, kembali melonjak naik.

Berdasarkan pantauan di Pasar Wage Purwokerto, Kamis (26/2/2025), harga cabai rawit merah antara Rp90 ribu sampai Rp96 ribu per kg.

Salah satu pedagang, Hadi (60) mengungkapkan, harga cabai rawit merah ini mulai merangkak naik sejak semingguan terakhir.

"Cabai rawit merah sekarang naik jadi Rp90 ribu per kilogram dari sebelumnya kisaran Rp60 ribu per kilogram.

Naik baru sekitar semingguan," imbuhnya. 

Kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah kriting dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Heri yang menjual cabai rawit merah dengan harga Rp96 ribu per kg.

"Naik semua, tidak cuma cabai rawit merah. 

Cabai merah kriting dari Rp50 ribu sekarang Rp56 ribu per kilogram.

Cabai hijau juga jadi Rp32 ribu per kilogram," ujar Heri.

Heri memprediksi harga cabai akan terus mengalami kenaikan hingga menjelang lebaran nanti.

"Biasanya menjelang puasa memang naik, nanti mendekati lebaran juga naik lagi. 

Mungkin cabai rawit merah bisa sampai Rp100 ribu per kg seperti akhir tahun kemarin," jelasnya. 

Keduanya mengaku, tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga tersebut.

Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada komoditi bawang merah dan bawang putih.

Harga bawang merah di pasar yang sama, dari Rp25 ribu per kg menjadi Rp35 ribu per kg. 

Sedangkan harga bawang putih dari Rp40 ribu menjadi Rp46 ribu per kilogram. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved