Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Sejarah Kue Ganjel Rel: Warisan Belanda yang Jadi Simbol Tradisi Dugderan Semarang

Kue Ganjel Rel memiliki sanepa atau makna kiasan yang tersirat sehingga menjadi ikon kuliner penyambutan bulan Ramadan.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM/REZANDA AKBAR D
KUE GANJEL REL - Kue Ganjel Rel, kuliner Ikonik saat menyambut bulan suci ramadan, kudapan yang terbuat dari rempah-rempah ini memiliki rasa yang manis legit dan empuk. Serta memiliki sisi filosofinya tersendiri. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kue Ganjel Rel memiliki sanepa atau makna kiasan yang tersirat sehingga menjadi ikon kuliner dalam penyambutan bulan suci ramadan di Kota Semarang.

Kue legendaris itu, memiliki warna coklat dan bentuk yang sama dengan bantalan kereta api.

Kue ganjel rel merupakan adaptasi dari kudapan Belanda Ontbijtkoek atau yang biasa dikenal dengan kue sarapan pagi yang berwarna coklat muda.

Kue Ganjel Rel dipilih sebagai ikon kuliner Dugderan di Kota Semarang lantaran memiliki arti filosofinya.

Baca juga: Dugderan 2024: Meriahkan Ramadan di Semarang dengan Bedug Raksasa dan Gunungan Ganjel Rel

Sebelumnya tradisi Dugderan diadakan untuk memberitahukan kepada masyarakat untuk menyambut dan pemberitahuan kapan tanggal 1 Ramadan.

Seiring berkembangnya waktu, para tokoh masyarakat dan pemerintah memilih kue Ganjel Rel untuk dijadikan ikon kuliner.

Hal itu, dijelaskan oleh Muhaimin Sekretaris Masjid Agung Semarang saat ditemui oleh Tribun Jateng pada Kamis (27/2/2025) sesuai waktu Dzuhur.

Muhaimin bercerita bahwa kue legendaris itu memiliki sanepa ganjel dan rela. Kedua kata itu di terjemahkan ketika datang bulan ramadan manusia harus menghilangkan keganjalan di hati manusia dan menyambut bulan ramadan dengan rela atau ikhlas.

"Jadi bulan ramadan itu disambut harus dengan penuh berkah, jangan disambut dengan ganjalan-ganjalan seperti halah besok puasa nahan lapar lagi harus nahan haus dan sebagainya. Jadi jangan dianggap sebagai beban, maka harus menyambut dengan rela," katanya.

Baca juga: Video Kemeriahan Dugderan 2023, Tabuh Bedug dan Berebut Roti Ganjel Rel di Alun-Alun Semarang

Untuk itu, setiap kali saat perayaan Dugderan atau penyambutan bulan suci ramadan kue ganjel rel selalu hadir menjadi ikon kuliner dan bagian tradisi Dugderan.

Pada puncak tradisi Dugderan yakni Jumat (28/2/2025) nanti, akan dibagikan sekira 5000 kue ganjel rel dan juga air yang sudah di doakan saat khataman Al-Qur'an.

"Tahun ini kami bagikan 5000 kue ganjel rel, ada yang kami bentuk sebagai miniatur Masjid Agung Semarang untuk dikirab dan ada yang kami bagikan langsung bersama air khataman Al-Qur'an," jelasnya. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved