Berita Jateng
Tantangan Pemprov Jateng, Pemeliharaan 2.440 Km Jalan Rusak dengan Anggaran Rp 76,07 Miliar
Pemprov Jateng mengalokasikan Rp 76,07 miliar untuk pemeliharaan jalan menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 2025.
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemprov Jateng mengalokasikan Rp 76,07 miliar untuk pemeliharaan jalan menjelang arus mudik dan balik Idulfitri 2025.
Anggaran ini ditujukan untuk merawat 2.440 kilometer jalan provinsi yang tersebar di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jateng, Hanung Triyono, menjelaskan angka tersebut merupakan bagian dari total Rp 106 miliar yang dialokasikan untuk pemeliharaan jalan tahun ini.
"Dari total Rp 106 miliar, realisasinya saat ini di angka Rp 76,07 miliar untuk pemeliharaan rutin di tiap balai jalan," ujar Hanung, Senin (3/3/2025).
Saat ini, Jateng memiliki sembilan Balai Pelaksana Jalan (BPJ) yang bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan.
Rata-rata, setiap BPJ menangani sekitar 250 kilometer jalan dengan anggaran sekitar Rp 7-8 miliar per balai dengan total 9 BPJ.
Namun, Hanung menegaskan kebutuhan ideal untuk pemeliharaan jalan provinsi sebenarnya mencapai Rp 100 juta per kilometer.
Dengan total panjang jalan 2.440 kilometer, idealnya anggaran yang dibutuhkan adalah Rp 244 miliar.
Artinya, alokasi anggaran saat ini baru mencakup sekitar 31 persen dari kebutuhan ideal.
Guna mengatasi keterbatasan anggaran, Pemprov Jateng berencana mengusulkan penambahan dana pemeliharaan jalan tahun ini.
Selain itu, langkah sementara yang akan diambil meliputi proyek preservasi jalan, yaitu perawatan, perbaikan, dan pencegahan agar kondisi jalan tetap optimal.
"Kami juga mengusulkan paket peningkatan untuk jalan yang mengalami kerusakan parah. Jika pemeliharaan rutin tidak lagi memungkinkan, maka opsi terakhir adalah pembetonan. Bila anggaran belum mencukupi, kami akan melakukan preservasi seperti tambal pondasi, penggantian lapisan aspal, dan perbaikan lainnya yang dapat bertahan hingga dua tahun," jelas Hanung.
Untuk perbaikan jangka panjang dengan daya tahan lebih dari 10 tahun, pengerasan jalan dengan beton menjadi solusi yang paling efektif.
"Dengan adanya alokasi anggaran ini, diharapkan jalan-jalan provinsi di Jateng tetap dalam kondisi baik menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2025, sehingga dapat mendukung kelancaran transportasi bagi masyarakat," imbuhnya.
Di Provinsi Jateng 9 BPJ bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan di berbagai wilayah.
Kesembilan balai tersebut meliputi BPJ Semarang, BPJ Pati, BPJ Purwodadi, Surakarta, Magelang, Wonosobo, Cilacap, Tegal dan BPJ Pekalongan.
| Sosok Orang Tua Wanita yang Ngaku Kebal Hukum Ternyata Bertugas di Akpol Semarang, Ini Pangkatnya |
|
|---|
| Program Speling Pemprov Jateng Sudah Layani 102.291 Jiwa |
|
|---|
| Mohammad Saleh Dorong Koperasi Merah Putih Serap Produk Unggulan Desa |
|
|---|
| Penuhi Kebutuhan Warga, Jateng Telah Gelar 794 Gerakan Pangan Murah |
|
|---|
| Sudah ada 825 Pendaftar, Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/JALUR-PEGUNUNGAN-Sejumlah-kendaraan-melintas-di-jalur-perbatasan-Jateng.jpg)