Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Warga Purwojati Banyumas Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Perhatian Pemerintah Dipertanyakan

Bertahun-tahun jalan lingkar Muncu di Desa Purwojati, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas mengalami rusak parah. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
IST
JALAN RUSAK - Seorang warga saat ikut memperbaiki jalan rusak jalan lingkar Muncu di Desa Purwojati, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas secara swadaya, Jumat (14/3/2025). Kerusakan ini sudah terjadi bertahun-tahun dan dapat membahayakan warga dan menghambat mobilitas dan akses transportasi masyarakat. (Dok Pemuda Grumbul Muncu Dusun V Purwojati, Sukron Ma'muri) 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bertahun-tahun jalan lingkar Muncu di Desa Purwojati, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas mengalami rusak parah. 


Jalan rusak tersebut belum mendapat perhatian dari pemerintah. 


Pemuda Grumbul Muncu Dusun V Purwojati, Sukron Ma'muri mengatakan, jalan lingkar ini berstatus milik kabupaten. 


Akan tetapi sudah bertahun-tahun Pemerintah Kabupaten Banyumas, melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) belum melakukan perbaikan.


Saat hujan tiba, kondisi jalan dipenuhi kubangan air, cukup dalam. 


Setelah kondisi air surut, jalan menjadi becek dan licin. 


Kerusakan ini sudah terjadi bertahun-tahun dan dapat membahayakan warga. 


Kondisi tersebut jelas menghambat mobilitas dan akses transportasi masyarakat. 


Menurut Sukron, sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi jalan yang tak pernah ditangani, warga berinisiatif melakukan penggalangan dana secara swadaya. 


"Warga kompak melakukan perbaikan jalan yang menjadi akses vital bagi masyarakat," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (14/3/2025).


Sukron yang juga Koordinator Relawan Perbaikan Jalan Lingkar Muncu menyampaikan, dalam musyawarah warga diputuskan perbaikan jalan dilakukan dengan gotong royong dan galang donasi dari masyarakat.


Musyawarah tersebut dihadiri oleh Kepala Dusun V, Safaat serta Ketua RT dari RW 07 dan RW 08. 


Hasil musyawarah tersebut menyimpulkan beberapa hal penting, demi penanganan segera perbaikan jalan tersebut:


1. Bahwa Jalan Lingkar Muncu adalah infrastruktur penting bagi warga Muncu dan selama belasan tahun kondisinya rusak parah dan membahayakan bagi pengguna.


2. Bahwa sampai dengan saat ini belum ada upaya yang riil dari pemerintah dalam mengatasi kerusakan Jalan Lingkar Muncu.


3. Dalam upaya memberikan jalan yang aman dan nyaman warga Muncu bersepakat akan mengadakan perbaikan berupa pengurugan.


4. Biaya pengurugan bersifat swadaya masyarakat dan terbuka bagi siapapun yang ingin berinfaq/membantu.


5. Estimasi pengurugan yang dibutuhkan sekitar 30 dum truck split/krosok.


6. Setiap RT bersumbangsih 1 dum truck atau jika diuangkan sekitar Rp 850.000 (sesuai harga per dumnya).


7. Donasi bersifat terbuka bagi siapapun yang ingin berinfaq untuk perbaikan jalan.


8. Bagi yang berminat membantu/berinfaq bisa melalui Ketua RT di RW 07 dan RT di RW 08 atau melalui rekening donasi BRI No. 376101000222500 a.n. Sukron M. dan konfirmasi WA 085740038448.


Sementara itu Ketua RT 02 RW 07 Desa Purwojati, Soleh menambahkan, jalan yang rusak ini bukan hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada ekonomi dan keselamatan masyarakat atau pengendara.


Banyak pengendara motor dan mobil yang mengalami kesulitan melintas, terutama saat musim hujan ketika jalan berubah menjadi kubangan air dan lumpur.


Soleh mengungkapkan keprihatinannya dengan kondisi ini. 


"Setiap hari kami melewati jalan ini dengan penuh risiko. 


Banyak yang terjatuh karena jalan berlubang, sementara pemerintah seakan menutup mata," terangnya. 


Salah satu warga Ari juga mengeluhkan dampak jalan rusak tersebut. 


"Saat hujan, jalanan licin dan becek. 


Jalan rusak sangat menghambat akses masyarakat. 


Bukan hanya jalan yang rusak dua jembatan di jalur lingkar juga terancam ambruk," terangnya. 


Meski belum mendapat perhatian dari pemerintah, warga tetap optimis dan memilih untuk bergerak sendiri. 


Semangat gotong royong ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih kuat di tengah masyarakat.


Sukron Ma'muri yang menjadi koordinator penggalangan dana, berharap lebih banyak pihak yang ikut berkontribusi.


"Kami tidak bisa menunggu bantuan yang tak pasti. 


Jika ada yang ingin membantu, baik tenaga maupun dana, kami sangat berterima kasih," jelasnya. 


Bagi masyarakat yang ingin turut serta dalam perbaikan jalan ini, dapat memberikan donasi melalui rekening yang tersedia atau menghubungi ketua RT setempat.


Bantuan sekecil apapun akan sangat berarti untuk mewujudkan jalan yang lebih aman dan nyaman bagi semua.


Dengan semangat kebersamaan, warga Muncu membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari tangan sendiri. 


Semoga upaya ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap infrastruktur yang layak bagi masyarakat. (jti) 

 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved