Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

ChildFund Rangkul Anak Muda Suarakan Isu Perubahan Iklim

ChildFund International Indonesia mengadakan workshop bertajuk Perubahan Iklim di Gedung FMIPA Universitas Negeri Semarang, Selasa, (18/3/2025).

Tayang:
Editor: iswidodo
tribunjateng/dok panitia
PERUBAHAN IKLIM - Youth Advisory GLOW Ambassador yang merupakan forum orang muda dampingan ChildFund International Indonesia mengadakan workshop bertajuk Perubahan Iklim di Gedung FMIPA UNNES, Selasa, (18/3/2025). 

Meinrad Indra Cahya selaku Spesialis Program ChildFund di Indonesia  menyampaikan perubahan iklim itu nyata, meningkatnya bencana terutama Indonesia timur terganggunya. Membentuk masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan. ChildFund saat ini telah menjangkau lebih dari 2,5 juta anak dan keluarga di 8 provinsi. Menjawab tantangan dengan solusi. Tidak hanya kesadaran kita juga perlu aksi, aksi kecil dapat mebuat perubahan yang besar. Setiap langkah itu berarti  melindungi hak anak di masa depan.  Perubahan iklim adalah isu kemanusiaan, harapannya tidak ada anak yang kehilangan masa depan karena perubahan iklim.

Sementara itu Walikota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi semangat generasi muda dalam berperan aktif mitigasi perubahan iklim. Tema yang dikemas dengan energi kekinian. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi dan menghindari emisi gas rumah kaca dengan pengolahan sampah pemanfaatan limbah plastik, menginformasikan kepada para generasi muda, sudahkah kita mengurangi pemnguunaan sampah dengan menghindari penggunaan barang sekali pakai, apakah suka membeli barang baru dan mendaur ulang, sudahkah menghemat Listrik, sudahkah memanfatkan tranportasi publik.

Sementara Feri Prihantoro Direktur Yayasan BINTARI menjelaskan secara mendalam mengenai perubahan iklim, termasuk faktor penyebabnya, dampak yang ditimbulkan, serta strategi mitigasi dan adaptasi. Menurutnya perubahan iklim sudah terjadi antara lain fenomena gas rumah kaca sudah terjadi, perubahan suhu secara global, perubahan iklim, kenaikan air laut, cuaca ekstrim.  

Anomali terhadap cuaca sudah terjadi dan susah untuk dilakukan prediksi : hujan kebanjikan, kemarau kekeringan, padahal curah hujan dalam setahun rataratanya sama. Fenomena dan dampak perubahan iklim, diantaranya perubahan curah hujan berdampak pada ketahanan pangan Sektor terdampak perubahan iklim.  Dampak perubahan Iklim di Indonesia, pada sektor air terjadi banjir, kekeringan air, pada sektor kelautan dan pesisir. Indonesia kehilangan nominal Rp 115 triliun karena perubahan iklim.

Gagal panen mengakibatkan kenaikan harga pangan. Ini adalah hubungan sebab akibat dari perilaku makhluk di bumi dalam menghasilkan gas rumah kaca berlebihan yang mengakibatkan rentetan akibat perubahan iklim. Upaya mitigasi penurunan gas rumah kaca  antara lain  mengurangi sampah pangan selain memelihara magot yaitu  dengan memelihara ternak bebek untuk menghabiskan sisa makanan. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang  Arwita Mawarti, mengapresiasi keterlibatan dan aksi dari para pemuda untuk terlibat aktif dalam perubahan iklim. Arwita katakan, upaya dan solusi iklim oleh pemerintah terbatas. Beberapa contoh bencana akibat perubahan iklim yang terbaru. Pemerintah belum memiliki anggaran yang cukup untuk pembanguan infrastruktur dan pengolahan sampah maka perlu mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan pilah dan olah sampah. 

Wali Kota Semarang berharap setiap RT punya bank sampah, masalah sampah anorganik bisa selesai. Untuk sampah organiknya bisa melakukan kegiatan mengolah sampah organik. Langkah strategis lain Penggunaan energi baru terbarukan, konservasi dan penghematan energi, harapannya 62 % sampah organik di masyarakat dapat terolah dan 70 % disetor ke TPA. Semua bisa terlibat dalam caranya masing-masing, penerapannya oleh siswa, pengajar, dunia usaha, keluarga, pemerintah daerah, dan Lembaga Masyarakat seperti YKKS, ChildFund International. (wid)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved