Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purbalingga

Purbalingga Terpilih Jadi Lokasi Proyek SPHERES dari Oxford University

"Jika program ini berhasil di Purbalingga, maka dapat diaplikasikan dan diterapkan di daerah lain di seluruh Indonesia," katanya. 

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jateng/Istimewa
KOMPETISI KABUPATEN KATALON: Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif bersama tim saat berbincang pada kompetisi "Kabupaten Katalon" untuk implementasi proyek internasional SPHERES atau Scalable Public Health Empowerment, Resilience, and Education Sites di Novotel Cikini, Jakarta, pada Rabu 19 Maret 2025. Purbalingga dinyatakan sebagai salah satu kabupaten terbaik dan terpilih dalam kompetisi tersebut. (DOK. PEMKAB PURBALINGGA) 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Penghargaan di bidang kesehatan kembali diraih oleh Kabupaten Purbalingga.

Kali ini, Purbalingga dinyatakan sebagai salah satu kabupaten terbaik dan terpilih dalam kompetisi "Kabupaten Katalon" untuk implementasi proyek internasional SPHERES atau Scalable Public Health Empowerment, Resilience, and Education Sites yang dikembangkan oleh Oxford University bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kabar gembira tersebut disampaikan pada acara resmi yang dilaksanakan di Hotel Novotel Cikini Jakarta pada Rabu (19/3/2025).

Baca juga: "Jangan Ada Lagi" Harapan Anak Tukang Becak Korban Kecelakaan Akibat Balap Liar di Purbalingga

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, mengungkapkan bahwa Purbalingga menjadi salah satu dari dua kabupaten se- Indonesia yang berhasil terpilih untuk menjadi lokasi implementasi proyek SPHERES.

Yakni suatu program yang dirancang untuk memperkuat sistem kesehatan primer di tingkat kabupaten melalui pendekatan transformasi digital yang berkelanjutan dan kolaboratif. 

"Kami merasa sangat bangga dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Dengan adanya proyek SPHERES ini, kami berharap bisa mengembangkan sistem kesehatan yang lebih baik, dengan fokus pada keterlibatan masyarakat serta penggunaan teknologi untuk meningkatkan layanan kesehatan secara efisien dan efektif," ungkap Fahmi dalam keterangan resmi yang diterima Tribunbanyumas.com pada Kamis (20/3/2025).

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan, dr. Judi Febrianto juga menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk memperkuat sistem informasi dalam meningkatkan hasil kesehatan masyarakat. 

Salah satu fokus utama proyek ini adalah melakukan penelitian berbasis bukti untuk mengidentifikasi praktik terbaik serta solusi inovatif untuk tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Selain itu, proyek ini juga akan membangun kapasitas melalui pelatihan dan pendidikan bagi tenaga kesehatan di Purbalingga.

"Jika program ini berhasil di Purbalingga, maka dapat diaplikasikan dan diterapkan di daerah lain di seluruh Indonesia," katanya. 

Jusi mengungkapkan, Kabupaten Purbalingga memasuki babak final bersama dengan delapan kabupaten lain di Indonesia yakni Magelang, Sumbawa, Lombok Barat, Inragiri Hilir, Ciamis, Pati, Jember, dan Kabupaten Bima.

Purbalingga sendiri meraih skor 79,2 tertinggi kedua setelah Kabupaten Lombok Barat dengan skor 82,8. 


Seleksi babak final diumumkan dalam tiga tahap, yakni presentasi peta jalan untuk tindakan, simulasi Teater Data Kesehatan Masyarakat, dan wawancara mendalam.

Tim dari Kabupaten Purbalingga sendiri terdiri dari Bupati Fahmi,Kepala Dinas Kesehatan dr. Jusi Febrianto MPH, Kepala Dinpermasdes Eni Sosiatman S.Sos, Msi, Dwi Setiono SKM MKes, dan drg Nia Ismiratri MHPM. 

"Tim dari Kabupaten Purbalingga dipimpin langsung oleh Mas Bupati Fahmi," kata dr. Jusi. (anr)

Baca juga: Relawan Purbalingga Siapkan Program Layanan Mudik 2025, Ini Nomor Darurat Penting Untuk Pemudik

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved