Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mayat Pria Terikat di Sungai Solo Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Periksa 11 Saksi

Identitas mayat terikat di Kali Anyar Solo terungkap. Korban pria 75 tahun asal Depok, diduga kuat tewas akibat pembunuhan.

Tayang:
DOKUMENTASI WARGA
IDENTITAS MAYAT: Identitas mayat terikat di Kali Anyar Solo terungkap. Korban pria 75 tahun asal Depok, diduga kuat tewas akibat pembunuhan. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Misteri penemuan mayat pria dengan kondisi tangan terikat di aliran sungai Kali Anyar, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo, akhirnya mulai terungkap.

Polisi memastikan identitas korban adalah AH (75), warga asal Kota Depok, Jawa Barat.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Prastiyo Triwibowo, pada Senin (7/4/2025) sore.

“Identitas korban sudah diketahui, berinisial AH, lahir tahun 1950 dan berdomisili di Depok,” jelas Prastiyo.

Setelah dilakukan proses otopsi, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan oleh anak kandungnya.

Namun, kasus ini masih menyisakan tanda tanya besar.

Polisi menduga kuat adanya unsur kesengajaan dalam kematian AH.

Meski hasil otopsi tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik dari benda tumpul, korban disebut meninggal karena mati lemas akibat adanya ikatan pada bagian leher dan dada.

“Secara medis, penyebab kematiannya karena kehabisan napas. Otot leher dan dada terikat, menyebabkan korban tidak bisa bernapas,” jelas Prastiyo.

Lebih lanjut, diketahui bahwa korban telah berada di Solo selama lima hari sebelum ditemukan meninggal dunia.

Ia diketahui datang untuk menjalani pengobatan alternatif karena menderita diabetes.

Meskipun belum ada kepastian soal motif di balik kematian AH, polisi tidak menutup kemungkinan adanya unsur pembunuhan.

Hal ini diperkuat dengan temuan simpul tali yang menunjukkan perbuatan orang lain.

“Kami masih mendalami kemungkinan pembunuhan. Jika dilihat dari cara korban terikat, jelas ada keterlibatan pihak lain,” tegas Prastiyo.

Pihak kepolisian telah memeriksa 11 saksi termasuk keluarga korban.

Meski uang tunai senilai Rp113 ribu masih ditemukan bersama jasad korban, polisi belum bisa memastikan apakah ada barang berharga lain yang hilang.

“Saat ini kami masih terus menyelidiki. Motifnya belum bisa kami simpulkan,” tutupnya.

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved