Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Titiek Puspa Tutup Usia, Kenang Persahabatan Mendalamnya dengan Jakob Oetama

Titiek Puspa wafat di usia 87 tahun. Ia pernah kisahkan persahabatannya dengan Jakob Oetama dan wariskan karya seni abadi.

Instagram
PENYANYI TITIEK PUSPA: Titiek Puspa wafat di usia 87 tahun. Ia pernah kisahkan persahabatannya dengan Jakob Oetama dan wariskan karya seni abadi. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka.

Penyanyi legendaris, Sudarwati atau lebih dikenal dengan nama panggung Titiek Puspa, meninggal dunia pada Kamis (10/4/2025) pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Titiek Puspa menghembuskan napas terakhirnya di usia 87 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam dunia seni, baik sebagai penyanyi, pencipta lagu, maupun aktris.

Salah satu kisah yang banyak dikenang dari sosok Titiek adalah persahabatannya dengan almarhum Jakob Oetama, pendiri Harian Kompas. Persahabatan mereka tidak hanya emosional, namun juga sarat makna dan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam sebuah momen penghormatan pada 15 September 2020, tepat enam hari setelah Jakob wafat, Titiek menulis kenangan indah yang menyentuh. “Sahabatku, Bapak Jakob Oetama, telah pergi memenuhi panggilan Sang Kuasa, seakan hatiku ikut pergi,” ungkapnya saat itu.

Ia bercerita, sebelum mengenal secara pribadi, dirinya sudah akrab dengan pojok Kompas sejak tahun 1970-an. Rubrik itu menjadi "sarapan pagi" favoritnya yang selalu ia tunggu.

Menurut Titiek, tulisan-tulisan Jakob tak hanya memberi informasi, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, cinta tanah air, dan kejujuran.

Pertemuan langsung antara keduanya terjadi pada 1993. Kala itu, Jakob Oetama meminta Titiek mengisi konser dalam rangka ulang tahun ke-28 Harian Kompas. “Dengan segala grogi dan semangat baja, konser itu akhirnya terselenggara di Jakarta,” katanya mengenang.

Dari momen itulah, hubungan persahabatan mereka makin erat. Titiek menyebut Jakob sebagai jurnalis hebat yang mempersembahkan hidupnya untuk tulisan dan nilai-nilai kebaikan.

“Beliau adalah putra bangsa yang luar biasa. Semoga Tuhan peluk dia hingga di surga nanti,” tulis Titiek penuh haru.

Titiek Puspa sendiri mengawali karier seni sejak 1952 di Semarang. Ia mulai dikenal publik setelah memenangkan lomba menyanyi dan akhirnya merekam piringan hitam pertamanya berjudul “Di Sudut Bibirmu” di bawah label GEMBIRA.

Beberapa karya legendaris yang ia ciptakan dan nyanyikan antara lain “Apanya Dong” dan “Kupu-Kupu Malam”. Tak hanya di dunia tarik suara, Titiek juga terjun ke dunia film lewat debutnya dalam “Minah Gadis Dusun” pada 1966.

Puluhan tahun berkarya tanpa henti, Titiek dikenal bukan hanya sebagai seniman serba bisa, tapi juga pribadi yang penuh semangat dan cinta pada bangsa.

Selamat jalan, Ibu Titiek Puspa. Terima kasih atas suara dan kisah indahmu yang akan selalu hidup di hati rakyat Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved