Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hari Jadi ke-59, Pemkab Batang Gelar Ngontel Bareng Bupati dan Wabup

Peringati Hari Jadi ke-59, Pemkab Batang gelar Ngontel Bersama Bupati dan Wabup promosikan gaya hidup sehat.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
PEMKAB BATANG
NGONTEL BERSAMA - Bupati Batang, Faiz Kurniawan dan Wabup Suyono bersama OPD ngontel bersama dalam rangka memperingati HUT ke-59 Kabipaten Batang, Jumat (11/4/2025).Menurut Faiz, ngontel ini adalah salah satu bentuk nyata dari upaya mempromosikan destinasi wisata dan gaya hidup sehat. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Batang ke-59, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar “Ngontel Bersama Bupati dan Wakil Bupati Batang".

Rute Ngontel kali ini dimulai dari Halaman Pendopo Kabupaten Batang - Jalan Veteran - Jalan Ahmad Yani - Jalan Dr Wachidin - Jalan Tentara Pelajar - Jalan Pasekaran - Jalan Pemuda - Jalan Kyai Surgi - THR Kramat.

“Ngontel ini merupakan semangat kolaborasi dan gaya hidup sehat yang relevan dengan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan yang saat ini kita gaungkan,” tutur Bupati Batang M Faiz Kurniawan, Jumat (11/4/2025).

Peringatan Hari Jadi ke-59 ini mengusung tema yang sangat strategis dan selaras dengan arah pembangunan daerah, yakni “Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan Optimalisasi Sektor Pariwisata”.

“Tema ini merefleksikan tekad kita untuk membangun pemerintahan yang responsif dan inklusif, serta memanfaatkan seluruh potensi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” jelasnya.

Selain pelayanan publik, sektor pariwisata menjadi pilar penting yang tengah kita kembangkan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ngontel ini adalah salah satu bentuk nyata dari upaya mempromosikan destinasi wisata dan gaya hidup sehat,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menikmati keindahan alam, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan serta daerah asal kita.

“Kegiatan ini juga menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pariwisata berbasis community-based tourism yang inklusif dan berdaya saing,” ungkapnya.

Potensi ini perlu dikelola secara profesional dan berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak, termasuk pelaku usaha, pelaku seni dan budaya, komunitas lokal, serta generasi muda sebagai agen perubahan.

“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, dan kenyamanan ruang publik agar dapat dinikmati semuanya,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved