Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Penumpang KA Sri Tanjung Dimaki karena Kursi Diambil, Ini Respons KAI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya memberikan tanggapan terkait insiden viral yang dialami seorang penumpang KA Sri Tanjung.

Tayang:
Penulis: Awaliyah P | Editor: galih permadi
X/MERAPIUNDERCOVER
PENUMPANG KERETA DIMAKI - Tangkapan layar cuitan @merapiundercover di X terkait penumpang yang dimaki saat kursinya diambil penumpang lain. Penumpang KA Sri Tanjung Dimaki karena Kursi Diambil, Ini Respons KAI 

Penumpang KA Sri Tanjung Dimaki karena Kursi Diambil, Ini Respons KAI

TRIBUNJATENG.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya memberikan tanggapan terkait insiden viral yang dialami seorang penumpang KA Sri Tanjung.

Penumpang tersebut mendapat makian dari orang tak dikenal usai kursi yang telah ia pesan diduduki penumpang lain.

Kisah ini ramai diperbincangkan setelah dibagikan di platform X oleh akun @merapi_uncover pada Jumat (12/4/2025).

Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Ia menyadari insiden tersebut merugikan dan mengganggu kenyamanan pelanggan.

"Kami sangat menyayangkan adanya tindakan yang kurang menghormati hak penumpang lain serta penggunaan bahasa yang tidak pantas selama perjalanan," ujar Zainul, Sabtu (12/4/2025), dikutip Tribunjateng.com dari Kompas.com.

Zainul menegaskan bahwa setiap penumpang memiliki hak atas tempat duduk yang sesuai dengan nomor kursi pada tiketnya.

Ia juga mengimbau agar seluruh pelanggan mematuhi aturan demi menjaga kenyamanan bersama.

"Setiap pelanggan berhak atas tempat duduk sesuai dengan yang tertera di tiketnya."

"Kami mengimbau seluruh penumpang untuk mematuhi aturan tersebut guna menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama," tambahnya.

Lebih lanjut, Zainul menjelaskan bahwa petugas KAI memiliki kewenangan untuk menegur hingga memindahkan penumpang yang tidak duduk sesuai tiket.

Dalam kasus pelanggaran berat atau mengganggu ketertiban, penumpang juga bisa diturunkan di stasiun berikutnya.

KAI juga mendorong pelanggan untuk aktif melapor jika mengalami situasi tidak menyenangkan selama perjalanan, baik kepada kondektur, petugas di lapangan, maupun melalui aplikasi Access by KAI.

"Kami mengapresiasi pelanggan yang telah bersikap tenang dan tidak konfrontatif dalam menghadapi situasi tersebut."

"Hal ini menjadi perhatian penting bagi kami dalam peningkatan pengawasan serta kualitas pelayanan ke depan," imbuh Zainul.

"PT KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam setiap perjalanan kereta api serta memastikan seluruh penumpang mendapat pelayanan yang setara dan adil," tandas dia

Kronologi Insiden

Kisah ini bermula ketika korban menaiki KA Sri Tanjung jurusan Kertosono (Jawa Timur) – Lempuyangan (Yogyakarta) pada Kamis (10/4/2025).

Dalam cuitan yang viral, penumpang itu menjelaskan bahwa kursinya, yakni 13A, telah ditempati oleh orang lain.

Meski sudah mencoba berkomunikasi, ia justru dimaki-maki oleh seorang pria yang mengaku sebagai keluarga penumpang tersebut.

Pria itu bahkan mengancam akan melaporkan korban ke polisi dan mengaku memiliki "bekingan aparat".

Korban juga menceritakan bahwa ia baru menjalani tindakan biopsi dan memilih kursi dekat jendela untuk kenyamanan pribadi.

Namun respons dari penumpang lain justru mengejek dan menyarankan korban untuk naik mobil saja.

Salah satu kutipan yang dibagikan dalam cuitan berbunyi:

"Saya pun mengulangi blg permisi takutnya mungkin tdk dengar krn suara kereta mmg bising."

"Pas saya ulangi blg permisi, ibunya dg gestur 'mencep' dg pandangan sinisnya mengarah ke saya."

"Seketika itu jg anak laki2 tsb blg 'Oalaaah hhhhh' nada khas kesal anak kecil & akhirnya berpindah duduk ke samping ibunya."

"Lalu.. Alah mbak podo ae kok lungguh ndi ae."

Situasi semakin memanas ketika pria berbaju hijau, yang merupakan anggota keluarga dari penumpang kursi 14, muncul dan mulai memarahi korban karena menggeser tas mereka di bagasi.

Ia kemudian mengajak korban berdebat, bahkan menantang untuk menyelesaikannya di luar kereta.

Korban yang merasa terintimidasi akhirnya melapor ke kondektur.

Setelah diperiksa, diketahui pria tersebut hanya membeli empat tiket, bukan enam seperti yang diklaim.

Sementara kursi 13A, B, dan C seharusnya bukan milik mereka.

Dalam cuitannya, korban menulis:

"Si bpk yg klaim beli 6 tiket ternyata cuma beli 4 tiket, itu pun beliau tdk ada hak duduk di kursi nomor 13 baik A, B, ataupun C.

Beliau & anak laki2nya harusnya duduk di balik kursi si ibu & nenek yaitu 15 B & C."

Cuitan tersebut juga menyebutkan bahwa pria itu sebelumnya sempat memaksa dua penumpang wanita lain untuk bertukar kursi, yang kemudian ditegur langsung oleh kondektur.

"Ternyata sblm ada insiden saya td, si bpk MEMAKSA 2 org mbak2 utk tukar kursi sama beliau.

Akhirnya kondektur pun menegur si bpk ‘Tolong lain kali klo duduk sesuai nomor tiket ya pak. Sekali lg jgn memaksa org lain utk pindah! Mengerti? Habis ini 2 mbak2 ini turun, bpk bisa lgsgp pindah ke tempat duduk asal'.

Bpknya cuma iya2 aja.

Selepas kondektur pergi, beliau ttp ngomel2 sumpah serapah yg ditujukan ke saya."

Insiden ini pun menuai perhatian luas warganet, yang banyak memberikan dukungan kepada korban dan mendesak KAI untuk meningkatkan pengawasan terhadap perilaku penumpang di perjalanan. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved