Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Umat Katolik Purwokerto Doakan Paus Fransiskus yang Telah Berpulang

Ratusan umat katolik melakukan rosario dan misa Intensi khusus mendoakan berpulangnya Paus Fransiskus di gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
SUASANA BERDOA: rosario dan misa Intensi khusus mendoakan Paus Fransiskus di gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto, Selasa (22/4/2025). Uskup Purwokerto, Monsignor (Mgr) Christophorus Tri Harsono mengatakan bapak paus adalah sosok yang sangat menjunjung tinggi toleransi.  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Ratusan umat katolik melakukan rosario dan misa Intensi khusus mendoakan berpulangnya Paus Fransiskus di gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto, Selasa (22/4/2025). 

Uskup Purwokerto, Monsignor (Mgr) Christophorus Tri Harsono mengatakan misa yang dilakukan hari ini adalah spontanitas karena dari berita yang didengar atas berpulangnya bapak suci Paus Fransiskus. 

Pihaknya mengatakan telah menyiapkan misa untuk setiap paroki, yaitu satu kali misa dan satu kali rosario. 

"Saya yakin bapak telah menyelesaikan tugasnya dengan sempurna dan paripurna. 

Kami dari katedral mengajak, memberi contoh setiap didoakan kita memberi doa dan diberi doa dan bentuk komunikasi yang bagus," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Semenjak menjadi uskup, dia pernah bertemu dengan Paus di Roma.

Ia mengatakan bapak Paus mempunyai kesan humor dan ia tidak ada katakutan bertemu dengan pimpinan. 

Menurutnya tidak ada batas antara pimpinan. 

"Saya sempat kursus 2 minggu di Roma mempelajari hukum-hukum gereja. 

Pagi siang sore malam berdiskusi bersama dengan Paus dan selalu ada ketawa dan guyon sehingga tidak ada rasa cemas," jelasnya. 

Salah satu yang dipuji adalah toleransi yang begitu baik. 

Paus menurutnya tidak pernah menghakimi orang, apalagi soal LGBT, salah satunya. 

"Apa yang diungkapkan dalam buku adalah perbuatan teladannya. 

Kedua adalah kesederhaaan dalam pemimpin," ungkapnya. 

Waktu tenaga dan pikiran dipersembahkan kepada oranglain. 

Kecerdasan mengasihi yang bukan hanya sekedar contoh dan berani sebagai kenabiannya dia berani memohon berdamai dan bersaudara. 

"Pesan saya kira sama agama lain juga sama, tapi dia berani berjuang bersama sama. 

Kalau kita sendiri dan tidak berani keluar tidak ada kemanusiaan dan toleransi. Bukan mencari persamaan dan perbedaan tapi menerima perbedaan itu," katanya. 

Bahwa semua tidak sama, tapi sebenarnya bagaimana toleransi kedepan. 

"Saya akan langsung ke Roma, nanti malam langsung ke Jakarta. Perwakilan Indonesia ke conclav adalah kardinal," imbuhnya. 

Sementara itu salah seorang jamaat, Stefanus Aldo Sarwono mengungkapkan 
kesan melihat sosok paus orang yang sangat ramah, terbuka dan merangkul berbagai kalangan.

Tidak hanya untuk umat katolik tapi juga untuk umat berbagai agama di dunia ini. 

"Harapannya yang pasti ketauladanan dari Bapa Paus Fransiskus dapat terus tertanam dan terus berkembang di masyarkat.

Setelah ini juga terpilih paus baru yang dapat memberikan teladan yang baik khususnya untuk umat katolik dan juga untuk seluruh umat di dunia," terangnya. 

Paus Fransiskus menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin pagi sekitar pukul 07.35 waktu Vatikan di Casa Santa Marta, dekat Santo Petrus Basilika. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved