Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

76 Indonesian Downhill 2025 Kembali Hadir Awal Mei di Kudus

Kompetisi balap sepeda menuruni gunung paling bergengsi bernama 76 Indonesian Downhill siap mengarungi season 2025.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: M Syofri Kurniawan
Tribun Jateng/Istimewa
UNJUK KEMAMPUAN: Rider Team 76 Rider DH Squad unjuk kemampuan dalam kompetisi 76 Indonesian Downhill 2024. Tahun ini, kompetisi yang sama kembali digelar dalam beberapa season, pertama digelar di Ternadi Bike Park, Kabupaten Kudus pada 2-4 Mei 2025. (TRIBUN JATENG/ISTIMEWA) 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kompetisi balap sepeda menuruni gunung paling bergengsi bernama 76 Indonesian Downhill siap mengarungi season 2025.

Deretan downhiller elite Indonesia bakal kembali unjuk kemampuan menghadapi tantangan menaklukan lintasan paling ekstrem dan menyulitkan yang ada.

Tahun ini, seri perdana 76 Indonesian Downhill segera bergulir di Ternadi Bike Park, Kudus, pada 2-4 Mei 2025.

Baca juga: Kejurnas Golf Junior Indonesia 2025 Sukses Digelar di Semarang, Cetak Pegolf Muda Berprestasi

Penyelenggara kegiatan, Agnes Wuisan mengatakan, 76 Indonesian Downhill tahun ini menjanjikan peningkatan dan pembeda dibandingkan tahun sebelumnya. Kejutannya adalah kembali digelar cabang Urban Downhill, setelah terakhir kali diselenggarakan pada 2019 lalu.

Tak hanya itu, Cross Country (IXC) juga masuk dalam agenda 76 Indonesian Downhill 2025.

Hal tersebut menjadi bagian dari improvement yang disiapkan penyelenggara 76 Indonesian Downhill season 2025. Termasuk peningkatan dari sisi agenda dan hak lain bersifat teknikal.

"Tujuannya kita ingin memberikan tantangan dan level kompetisi yang paling maksimal buat para downhiller yang berlaga. Maka kami optimistis tahun ini persaingannya bakal beda, semakin seru dan semakin menarik buat disaksikan," terangnya Jumat (25/4/2025).

Agnes Wuisan melanjutkan, 76 Indonesian Downhill 2025 rencananya bergulir 3 series. Usai seri perdana di Ternadi Bike Park Kabupaten Kudus, dilanjutkan seri kedua di Klangon Bike Park, Kabupaten Sleman pada 8-10 Agustus, dan terakhir di Klemuk Bike Park, Kota Batu Jawa Timur pada 24-26 Oktober.

Sementara 76 IDH Urban 2025 sebagai kompetisi non-series bakal berlangsung dua kali, di Desa New Selo, Kabupaten Boyolali pada 20-22 Juni, dan Desa Ngadiwono, Kabupaten Pasuruan pada 12-14 September.

Khusus Cross Country rencananya digelar pada 8-10 Agustus, bersamaan dengan seri kedua IDH di Klangon Bike Park.

Kompetisi untuk Urban Downhill dan Cross Country di Indonesia dinilai masih minim, bahkan di tingkat Asia Tenggara sekalipun.

Padahal, prestasi atlet-atlenya cukup bagus dan kerap menyumbang medali bagi Indonesia di kancah internasional.

Agnes optimistis 76 Indonesian Downhill tahun ini bakal mendapat respons positif dan diikuti para atlet balap sepeda gunung Indonesia, hingga mancanegara.

Dengan menghadirkan kompetisi profesional untuk para pebalap sepeda gunung di Indonesia. Sebagai wadah unjuk prestasi bagi atlet-atlet urban downhill dan XC dengan antusiasme dan peminatnya tinggi.

"Semuanya dikemas dengan unsur sportainment yang kuat, sebagai tontonan yang seru dan menarik, sekaligus mendorong sports tourism," tutur dia.

Event Director 76 Indonesian Downhill, Aditya Nugraha menambahkan, Ternadi Bike Park di Kudus merupakan venue yang tepat untuk memulai season 2025.

Dengan kualifikasi di Union Cycliste Internationale (UCI) level C1, Ternadi Bike Park diakui secara global memiliki semua karakteristik paling ekstrem sebagai lintasan downhill yang kompetitif.

Ternadi Bike Park Kudus memiliki panjang lintasan sekitar 2,3 kilometer dan lebar 1,5 meter, berada di lereng Gunung Muria dengan beragam obstacle paling menantang. Baik dari sisi elevasi maupun karakter lintasannya.

Dengan level C1, siapapun atlet yang menjadi juara di Ternadi Bike Park akan dapat 40 poin di ranking UCI. Posisi kedua dan ketiga, masing-masing mendapat 30 dan 20 poin.

Lebih lanjut, Ternadi Bike Park Kudus selalu menyajikan tantangan dan kesulitan yang berbeda. Meskipun secara teknis, tidak ada perubahan yang terjadi di lintasan dan obstacle, namun kondisi alam dan cuaca kerap jadi faktor penentu.

"Di alam terbuka selalu ada perubahan alami lintasan seperti bebatuan, akar pohon, atau lubang. Hal ini menjadi tantangan buat para downhiller melakukan antisipasi dan strategi yang lebih baik," terang dia.
Ternadi Bike Park Kudus punya bermacam obstacle section yang menguras stamina dan menguji adrenalin. Mulai dari drop, double jump, table top, hingga rock garden yang ganas, serta drop off to wall ride yang karakternya fast dan flowy.

Ternadi Bike Park Kudus terletak di ketinggian 1.100 mdpl pada titik start dan 600 mdpl pada garis finish.

Tahun ini, lanjut Aditya, 76 Indonesian Downhill memperlombakan total 10 kelas. Selain kelas utama Men Elite dan Women Elite, kelas lainnya yaitu Men Junior, Men Master C, Men Master B, Men Master A, Men Sport A, Men Sport B, Men Youth, dan Women Youth.

Saat ini, sejumlah downhiller elite Indonesia sudah mulai mengonfirmasi keterlibatannya dalam sesi pertama 76 Indonesian Downhill 2025.

Tensi tinggi dan panasnya persaingan sudah terasa, khususnya di kelas utama Men Elite.

Meraih kemenangan di Ternadi adalah modal awal yang penting untuk menggapai gelar juara umum 76 Indonesian Downhill 2025.

Downhiller dari Team 76 Rider DH Squad, M. Abdul Hakim mengusung misi untuk meraih kemenangan di kandang sendiri.

Rider asal Kudus tersebut bertekad menebus kesalahan yang membuat torehan waktunya melorot pada final run di Ternadi tahun lalu.

Dengan persiapan yang lebih panjang dan serius, Abdul Hakim optimistis mampu menjemput gelar juara seri perdana.

"Saya akui hasil (kompetisi) tahun lalu di Ternadi, memang kurang bagus. Karena hujan, saya beberapa kali tergelincir. Tapi menghadapi seri pertama di Ternadi tahun ini, persiapan saya sudah matang. Mulai dari upgrade fisik, antisipasi cuaca dengan sparepart yang mendukung, dan berulang kali latihan di trek Ternadi," kata dia.

Dia tetap mewaspadai rival-rivalnya di kelas Men Elite yang dinilai telah berkembang pesat dengan prestasi mentereng.

Penantang yang menjadi perhitungannya adalah para juara bertahan kompetisi tahun lalu, seperti Rendy Varera Sanjaya. Dan para downhiller elite lainnya, mulai dari Andy Prayoga, Agung Prio Apriliano, hingga Salman Alparishi.

"Soal strategi, saya akan memantau secara khusus pada berbagai sudut lintasan Ternadi, salah satunya obstacle kayu (drop off to wall ride). Saat hari H nanti, saya pasti akan cek ulang lagi kondisinya," ucapnya. (Sam)

Baca juga: Menang Telak 3-0 atas Bhayangkara Presisi, LavAni Juara Putaran Pertama Final Four Proliga 2025

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved