Berita Solo
Wamensos Cek Kesiapan Sekolah Rakyat di Solo
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengecek kesiapan Sekolah Rakyat yang bakal didirikan di Sentra Terpadu Prof Soeharso wilayah Kecamatan Jebres
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengecek kesiapan Sekolah Rakyat yang bakal didirikan di Sentra Terpadu Prof Soeharso wilayah Kecamatan Jebres Kota Solo pada Jumat (9/5/2025) siang.
Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan kapasitas empat rombongan belajar (rombel) tersebut rencananya bakal didirikan di lahan milik Kementerian Sosial itu.
"Hari ini saya didampingi Kepala Sentra Prof Soeharso kunjungan mengecek kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat di sentra ini. Kita sudah melihat area 5 hektare (luas) terus rencana kita mau buat 4 rombel untuk SMA," katanya kepada wartawan di sela tinjauan, Jumat siang.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian PU. Dia telah mengecek berbagai ruangan di tempat itu seperti ruang kelas, asrama, dapur, ruang makan, laboratorium dan lapangan.
"Untuk infrastruktur di Sentra Prof Soeharso sudah sangat siap, tinggal nanti direvitalisasi oleh PU. Setelah itu nanti kita siapkan untuk segera menerima siswa," terangnya.
Dia menuturkan, satu rombel berisi 25 siswa. Kendati demikian, lanjutnya, sedang dilakukan assessment apakah dapat menambah kapasitas di tempat tersebut.
Mengingat sesuai arahan Presiden, Prabowo Subianto Sekolah Rakyat bisa menampung sebanyak-banyaknya siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrim.
Menurutnya, Sekolah Rakyat dengan bentuk boarding tidak hanya memberikan kurikulum saja tapi juga penguatan karakter keagamaan, kebangsaan dan keahlian dengan adanya bidang vokasi.
Dengan adanya vokasi, lanjutnya, siswa yang lulus tapi tidak melanjutkan ke perguruan tinggi telah memiliki keterampilan lain.
Wamensos menuturkan, akan ada 53 titik Sekolah Rakyat yang dibuka saat tahun ajaran baru pada Juli 2025.
Akan tetapi masih ada usulan untuk pendirian sekolah tersebut sehingga kemungkinan bertambah jumlahnya.
"(Proses pendaftaran) kita berangkat dari data, siswa-siswa kita ambil dari data tunggal sosial ekonomi yang masuk Desil 1," jelasnya.
Tim akan cek langsung ke lapangan untuk melihat kondisi rumah calon siswa apakah benar masuk kategori miskin atau miskin ekstrim.
Apabila benar dan orang tua setuju, terangnya, siswa akan direkrut dengan sepengetahuan RT dan RW setempat.
Saat ditanya mengenai progres Sekolah Rakyat tingkat SD dan SMP di Kota Solo, terang Agus, Pemkot Solo sudah mengusulkan lahan. Akan tetapi secara luasan masih kurang sehingga masih proses pencarian lahan lain. Syarat lahan bakal Sekolah Rakyat yang dari semula 5 hektare naik menjadi 8 hektare. (Ais).
Baca juga: Pemkab Blora Gunakan Dana Pinjaman Rp215 Miliar dari Bank Jateng, Fokus Perbaiki 41 Jalan Rusak
Baca juga: Kapolres Batang Kukuhkan Forum Wartawan FWPB untuk Perkuat Sinergi Polri dan Media di Era Digital
Baca juga: Spring of Youth, Drama Korea Netflix Terbaru: Siapa Cinta Pertama Ha Yoo Joon?
| Viral Dua Pria Duel Pakai Parang di Kawasan Pasar Klitikan Solo |
|
|---|
| Mengapa Remaja Nekat Berbuat Asusila di Keramaian? Begini 5 Cara Orang Tua Antisipasinya |
|
|---|
| Pemuda Sopir SPPG Tanam Ganja di Rumah Laweyan Solo, Polisi: Beli Online |
|
|---|
| HUT ke-10 Tribun Solo, Gubernur Ahmad Luthfi: Kami Terbuka Terhadap Kritik |
|
|---|
| Tanam Ganja di Rumah, Ardi Ditangkap Satresnarkoba Polresta Solo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PERSIAPAN-SEKOLAH-RAKYAT.jpg)