Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Nasional

Anggaran MBG Ditambah, 30 Ribu Dapur Ditarget Rampung Tahun Ini

Program makan bergizi gratis (MBG) telah mendapatkan tambahan anggaran di tahun 2025.

Tayang:
Editor: rival al manaf
Istimewa
Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto saat memberikan sosialisasi terkait MBG di Rembang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM - Program makan bergizi gratis (MBG) telah mendapatkan tambahan anggaran di tahun 2025.

Dari yang sebelumnya hanya Rp 71 triliun kini menjadi Rp 171 triliun.

Seiring  dengan bertambahnya anggaran itu, target MBG juga semakin besar dan luas.

Beberapa di antaranya adalah target sasaran penerima manfaat yang diharapkan menjangkau 82,9 juta masyarakat.

Baca juga: Antara Harapan dan Realita: Kisah Dapur MBG Yang Sempat Mati Suri Sejenak di Banyumas

Hal itu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto dalam keterangan tertulis Kamis (15/5/2025).

"Selain itu ada juga target pembangunan dapur MBG sebanyak  30 ribu buah yang tersebar di seluruh Indonesia," terangnya.

Ia menyebutkan hal itu telah ia sampaikan kepada masyarakat dan pemerintah daerah dalam sosialisasi MBG di Kabupaten Rembang pada 13 Mei 2025 lalu.

Dalam kesempatan itu ia menyampaikan kepada bupati hingga masyarakat bahwa di Rembang akan kebagian 39 hingga 40 dapur untuk melayani 125 ribu peserta didik.

Sosialisasi program MBG bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai program makan bergizi gratis, yang merupakan salah satu program strategis nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. 


Edy juga menyoroti target program yang mencakup siswa TK/PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, pondok pesantren, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. 


“Program ini diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan gizi masyarakat, serta meningkatkan partisipasi dan kehadiran siswa di sekolah,” ucap Edy Wuryanto.


Ia juga menekankan mengenai pentingnya kemandirian pangan di daerah untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok yang tinggi.


“Sosialisasi ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang lebih baik di tengah masyarakat Rembang mengenai pentingnya gizi dan meningkatkan partisipasi aktif semua pihak dalam mencegah dan menanggulangi masalah gizi,” harap Edy.

Sementara itu, Bupati Rembang Agus Salim, menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Rembang kepada Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional atas dipilihnya Rembang sebagai salah satu lokasi sosialisasi. 

Dalam kesempatannya itu, Agus menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya perbaikan gizi, tidak hanya sektor kesehatan tetapi juga pendidikan, pertanian, sosial, dan ekonomi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved