Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Read Aloud, Jurus Disperpuska Batang Gairahkan Literasi Sejak Dini

Upaya meningkatkan minat baca terus digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
Diskominfo Batang
BIMTEK - Disperpuskn Batang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring atau Read Aloud, Senin (26/5/2025).Kepala Disperpuska Batang, Suprapto, menekankan bahwa "Read Aloud" bukan sekadar kegiatan mendongeng, tetapi lebih pada penyampaian isi bacaan dengan alat peraga yang dapat meningkatkan pemahaman anak. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Upaya meningkatkan minat baca terus digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring atau Read Aloud, sebuah metode yang terbukti efektif menanamkan kebiasaan literasi sejak usia dini.

Bimtek ini menyasar 50 peserta dari kalangan orang tua, pendidik, dan pegiat literasi.

Mereka dipersiapkan untuk menjadi agen literasi yang mampu menularkan metode membaca nyaring kepada masyarakat luas.

Kepala Disperpuska Batang, Suprapto, menekankan bahwa "Read Aloud" bukan sekadar kegiatan mendongeng, tetapi lebih pada penyampaian isi bacaan dengan alat peraga yang dapat meningkatkan pemahaman anak.

“Pasca Bimtek, kami akan mendistribusikan buku ke berbagai Perpusdes, komunitas, dan taman baca. Tahun ini, sebanyak 23 Perpusdes siap menerima bantuan buku, dan pada 2024 jumlahnya bertambah menjadi 40 Perpusdes,” jelasnya.

Pengurus Read Aloud Batang, Herryani Retnaningtyas, menyebutkan bahwa metode ini efektif dalam membangun kecintaan anak terhadap membaca.

“Dengan Read Aloud minimal 15 menit setiap hari, anak-anak akan lebih antusias dan terbiasa membaca dengan baik.

Ini sangat ideal bagi anak-anak di jenjang PAUD, TK, dan SD kelas satu,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan Komite SDN Krengseng 1, Euis, mengatakam bahwa kebiasaan membaca pada anak semakin tergeser akibat penggunaan gawai.

“Metode Read Aloud yang dikenalkan kepada orang tua menjadi solusi menarik.

Salah satu contoh penerapannya adalah membaca buku cerita Kelinci dan Kura-Kura dengan teknik membaca nyaring yang lebih interaktif,” ujarnya.

Ia berharap, metode Read Aloud tak hanya meningkatkan minat baca anak, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak dalam momen literasi yang lebih menyenangkan.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved