Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Komentar HRD Bocorkan Acara Job Fair Cuma Ajang Formalitas, Perusahaan Dipaksa Ikut?

Wahyu, salah satu pencari kerja yang datang sejak pukul 07.00 WIB, mengaku kesulitan masuk karena lokasi sudah dipenuhi lautan manusia.

Penulis: Andra Prabasari | Editor: galih permadi
wartakota
PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati acara Job Fair yang digelar di President University Convention Center, Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 27 Mei 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran. 

Komentar HRD Bocorkan Acara Job Fair Cuma Ajang Formalitas, Perusahaan Dipaksa Ikut?

TRIBUNJATENG.COM - Ribuan pencari kerja memadati acara Job Fair yang digelar di President University Convention Center, Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 27 Mei 2025. 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran.

Sejak dini hari, sekitar pukul 05.00 WIB, antrean panjang sudah terlihat di lokasi. 

Para pelamar kerja mulai berdatangan bahkan sebelum pintu gedung dibuka. Kondisi di sekitar lokasi sangat padat, bahkan area parkir meluber hingga ke badan jalan.

Tidak hanya halaman gedung, tetapi juga seluruh akses jalan di sekitar lokasi dipenuhi oleh pengunjung. 

Kepadatan ini menyebabkan banyak peserta kesulitan untuk masuk ke dalam area job fair.

Wahyu, salah satu pencari kerja yang datang sejak pukul 07.00 WIB, mengaku kesulitan masuk karena lokasi sudah dipenuhi lautan manusia.

"Padat banget, desak-desakan. Masuk ke dalam aja susah, enggak ada jalur yang tertib. Kayaknya harusnya pakai sistem registrasi online dulu biar lebih tertib," ujar Wahyu mengutip Tribunnews.com, Selasa (28/5/2025).

Menurutnya, sistem pendaftaran sebelumnya bisa membantu mengatur arus pengunjung dan mencegah kerumunan yang tidak terkendali.

Job Fair Hanya Formalitas

Job fair ini menyediakan sekitar 1.400 lowongan pekerjaan dari 25 perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bekasi. 

Seluruh posisi kerja yang ditawarkan dikhususkan bagi warga yang memiliki KTP Kabupaten Bekasi.

Dalam unggahan akun TikTok Jonathan Micahel mengunggah sebuah komentar netizen dengan nama akun @yogaananda, yang mengungkapkan bahwa Job Fair hanya formalitas saja, dan perusahaan dipaksa oleh pemerintah untuk mengikuti kegiatan ini.

"@Nich:buat teman-teman, ini cuma info bukan nakutin or jatuhin mental kalian. aku salah satu staf hrd n 90 persen job fair seperti ini itu hanya FORMALITAS karena perusahaan dipaksa oleh pemerintah untuk mengikuti kegiatan ini, padahal kita lagi ngga cari pekerja. liat begini sebenernya sakit hati, kasihan n campur aduk tapi pihak perusahaan juga ngga bisa berbuat apa-apa daripada harus bayar denda. saran aku ka kalian cari loker paling akurat itu di jobst n aplikasi sejenis, tambah relasi juga kare + pihak perusahaan kebanyakan menanyakan "REKOMENDASI" pada karyawannya dan pelamar "REKOMENDASI" tersebut persentase diterimanya 70 % kalau emang skillnya sesuai dengan harapan perusahaa jadi tetap semangat ya buat yang cari kerja".

Sontak komentar tersebut mendapat balasan dari pengguna social media lain yang menyarankan melamar kerja di web Jobstreet atau LinkedIn.

"Ada baiknya untuk melamar pekerjaan di LinkedIn atau Jobsteet, karena di aplikasi tersebut perusahaan benar-benar lagi butuh" komentar @santikheil.

Program Bupati Bekasi

Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerjanya bersama Bupati Ade. 

Ia mengaku terus melakukan pendekatan ke berbagai perusahaan untuk membuka lebih banyak peluang kerja.

"Kami targetkan 25 perusahaan bergabung. Awalnya ada kendala karena beberapa perusahaan belum memiliki lowongan, tapi kami tetap cari alternatif lain agar program ini bisa berjalan," kata Asep pada Kamis (15/5/2025).

Asep menekankan bahwa program ini bertujuan menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi, yang saat ini masih berada di angka 8,81 persen. 

Ia menargetkan angka itu bisa ditekan hingga 3 persen dalam lima tahun ke depan, sejalan dengan rata-rata nasional dan provinsi.

Untuk memastikan prioritas diberikan kepada warga lokal, Pemkab Bekasi juga akan menerapkan sistem verifikasi berbasis KTP dan ijazah pendidikan. 

Ini dilakukan untuk menghindari manipulasi data baik dari perusahaan maupun pihak pencari kerja.

"Kami minta Disnaker lakukan verifikasi. Jangan sampai ada yang main-main. Nanti kami cocokkan KTP-nya dengan sekolah asalnya. Misal lulus SMA di Sukatani, itu bisa dicek," tegas Asep.

Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana menjadikan job fair ini sebagai agenda rutin tahunan untuk memperkuat hubungan industrial dan membuka akses kerja seluas-luasnya bagi masyarakat lokal.

 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved