Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

4 Hari Mencekam di Lautan: Kisah Dowinta, Ibu dan Dua Anak Terombang-ambing Menuju Upacara Adat

Penumpang Kapal Motor (KM) Altaf, Dowinta atau Dodo, menceritakan pengalaman menegangkan saat  terombang-ambing di laut selama 4 hari.

Tayang:
Editor: raka f pujangga
TribunBengkulu.com/Romi Juniandra dan Beta Misutra
KAPAL HILANG KONTAK - Dowinta penumpang Kapal motor (KM) Altaf yang sempat dilaporkan hilang kontak saat berlayar menuju Pulau Enggano saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (29/5/2025). Dowinta bersama dua anaknya, kakak kandung, kakak ipar, serta tiga anak buah kapal (ABK), terombang-ambing di lautan selama sekitar empat hari. 

TRIBUNJATENG.COM, KEPAHIANG - Penumpang Kapal Motor (KM) Altaf, Dowinta atau Dodo, menceritakan pengalaman menegangkan saat  terombang-ambing di laut selama empat hari, dari Sabtu (24/5/2025) malam hingga Selasa (27/5/2025) pagi.

Dowinta sempat dilaporkan hilang kontak saat berlayar menuju Pulau Enggano.

Setelah kapal mereka mengalami kerusakan pada baling-baling Sabtu malam, kapal pun terombang-ambing tak terkendali, 

Baca juga: Kapal Kargo Raksasa Nyaris Tabrak Rumah di Pantai gara-gara Nakhoda Ketiduran

Bahkan kapal yang ditumpanginya malah menghadap ke Samudra Hindia yang luas.

Dodo menjelaskan selama itu, aktivitas mereka hanya makan, tidur, dan memandangi sekeliling, berharap ada kapal lain yang lewat dan menyelamatkan mereka.

Bahkan di malam hari, mereka sempat melihat titik-titik cahaya dari kapal lain.

"Tapi kami tidak bisa menghubungi mereka. Sinyal yang kami berikan juga tak sampai," ungkap Dodo kepada TribunBengkulu.com, Kamis (29/5/2025).

Dodo mengaku sempat merasa putus asa. Anak-anaknya pun sering bertanya kapan mereka akan dijemput.

Sambil berkaca-kaca dengan suara bergetar, Dodo berkata, jika hanya dirinya, mungkin bisa lebih ikhlas menerima keadaan. 

Namun dia ingat anak-anak yang baru saja kehilangan sang ayah, dan tujuan perjalanan ke Enggano adalah untuk tujuh hari kematian dan upacara adat ayah mereka.

"Anak-anak yang saya pikirkan. Sudah kehilangan bapak, kok bisa mengalami kejadian terombang-ambing di lautan seperti ini," ujarnya.

Untungnya, salah satu awak kapal mampu menghibur anak-anak Dodo. 

Awak kapal tersebut memasakkan makanan dan mengajak mereka memancing.

"Awak kapal ini hebat memancing, bisa dapat empat ikan besar. Anak-anak jadi senang," kata Dodo.

Berkat usaha Dodo dan anak buah kapal, dua anaknya tampak tidak terlalu trauma, terutama anak laki-lakinya yang seolah menganggap mereka sedang piknik atau bermain.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved