Berita Tegal
Begini Perawatan Genzo, Sapi 1,25 Ton yang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Kabupaten Tegal
Sapi dengan bobot 1,25 ton ini menjadi sapi pilihan untuk kurban Presiden Prabowo Subianto di wilayah Kabupaten Tegal.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sapi bernama Genzo yang berasal dari ADR Farm, Kabupaten Tegal, mendapat perawatan khusus, tak seperti sapi lainnya.
Sapi dengan bobot 1,25 ton ini menjadi sapi pilihan untuk kurban Presiden Prabowo Subianto di wilayah Kabupaten Tegal.
Hal itu terungkap saat Tribunjateng.com bertemu langsung dengan pemilik ADR Farm, Muhram Oka, di Jalan Gumayun, Area Persawahan RT 01/RW 01, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/5/2025).
Baca juga: Ini Dia Genzo, Sapi 1,25 Ton yang Dibeli Presiden Prabowo Rp100 Juta untuk Kurban di Tegal
Genzo merupakan satu-satunya sapi di Kabupaten Tegal yang terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk bantuan masyarakat (Banmas).
Terpilihnya Genzo menjadi sapi kurban Presiden tentu tidak sembarangan atau asal pilih, melainkan melalui proses peninjauan, seleksi, sampai akhirnya terpilih karena sesuai kriteria yang ditentukan.
Sesuai keterangan dari Oka, Genzo memiliki berat 1 ton lebih dengan harga jual mencapai Rp100 juta.
Genzo merupakan sapi kontes Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Boyolali Jawa Tengah.
Maka tidak heran Oka menyebut Genzo merupakan sapi terbaik yang ada di kandang miliknya.
"Ya Genzo ini bisa disebut sapi terbaik yang ada di kandang kami. Sehingga untuk jenis pakan dan perawatannya berbeda dari sapi lainnya," tutur Oka, pada Tribunjateng.com.
Perbedaan perawatan untuk Genzo dengan sapi lainnya, sambung Oka, dari segi pakan berbeda karena menggunakan konsentrat yaitu jenis pakan yang memiliki kandungan serat kasar rendah dan kaya akan energi serta protein.
Selain itu, pakan untuk Genzo ditambah jagung dan singkong supaya bobot badannya bisa cepat meningkat.
Sedangkan untuk pakan hijauan, Oka juga menanam rumput gajah di lahan sendiri.
Kondisi kesehatan sapi selalu dipastikan, berkoordinasi dengan dinas terkait yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KP Tan) Kabupaten Tegal.
Termasuk juga, pemberian obat cacing rutin per tiga bulan sekali.
"Untuk rumput gajah saya menanam di kebun sendiri kurang lebih luas lahan sekitar 5.000 meter persegi.
Untuk selingan ada dari petani yaitu limbah padi dan jagung juga kami gunakan.
Konsentrat buat sendiri dan ada yang beli di tempat lain.
Bahkan limbah singkong kami mendatangkan langsung dari Lampung," jelas Oka. (dta)
Baca juga: Waspada PMK dan LSD, DP4 Blora Sarankan Tidak Sembelih Ternak Sakit saat Iduladha
| Wali Kota Tegal Dedy Yon Hadiri Arahan Mendagri tentang Stabilitas Keamanan dan PSN |
|
|---|
| Pemkot Tegal Gelar Konsultasi Publik II, Revisi RTRW 2026 |
|
|---|
| Penyebab Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Tegalsari, Diduga Akibat Korsleting Listrik |
|
|---|
| Walikota Dedy Yon Lantik 176 Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kapal Nelayan di Pelabuhan Tegal Terbakar saat Bongkar Ikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Muhram-Oka-menyisir-bagian-kepala-sapi.jpg)