Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Jamur Mycetinis scorodonius: Si Mungil Beraroma Bawang dari Hutan Jati Blora

SALAH satu kejutan kecil di sudut teduh hutan jati Cagar Alam Bekutuk adalah kehadiran Mycetinis scorodonius. Jamur yang dikenal sebagai jamur bawang

Editor: galih permadi
Budi Santoso dok
BERAROMA BAWANG- SALAH satu kejutan kecil di sudut teduh hutan jati Cagar Alam Bekutuk adalah kehadiran Mycetinis scorodonius. Jamur yang dikenal sebagai jamur bawang (garlic mushroom) tersebut, seringkali menyembul di antara serasah daun yang membusuk atau pada ranting-ranting kecil yang tumbang dengan kejutan aromatik, aroma bawang 

Oleh: Budi Santoso, PEH Muda pada BKSDA Jateng

SALAH satu kejutan kecil di sudut teduh hutan jati Cagar Alam Bekutuk adalah kehadiran Mycetinis scorodonius. Jamur yang dikenal sebagai jamur bawang (garlic mushroom) tersebut, seringkali menyembul di antara serasah daun yang membusuk atau pada ranting-ranting kecil yang tumbang dengan kejutan aromatik, aroma bawang!. Spesies ini mungkin tidak menonjolkan diri dengan ukuran atau warna yang mencolok, namun aromanya yang kuat dan unik menjadikannya salah satu permata kuliner tersembunyi di dunia fungi.

Profil Morfologi dan Kejutan Aroma

Mycetinis scorodonius adalah jamur berukuran kecil, biasanya dengan tudung (pileus) berdiameter 1 hingga 3 sentimeter. Tudungnya berbentuk cembung saat muda dan kemudian melebar menjadi datar, seringkali dengan sedikit cekungan di tengah. Warnanya bervariasi dari krem pucat, cokelat muda, hingga merah kecoklatan, dan permukaannya bisa agak licin atau sedikit bergaris-garis radial di tepinya.

Bilahnya (lamellae) berwarna putih hingga krem, tersusun rapat, dan menempel pada tangkai (adnate) atau sedikit menurun (decurrent). Tangkainya (stipe) sangat ramping, elastis, dan seringkali mengkilap, berwarna lebih gelap di bagian bawah dan lebih terang di dekat tudung. Namun, ciri yang paling membedakan M. scorodonius adalah baunya yang sangat kuat dan khas, menyerupai bawang putih atau bawang bombay. Aroma ini menjadi lebih intens ketika jamur dipotong atau diremas. Bau ini muncul disebabkan oleh adanya senyawa sulfur organik yang mirip dengan yang ditemukan pada bawang putih.

Sang Dekomposer yang Spesifik

Secara ekologis, Mycetinis scorodonius adalah jamur saprofitik. Ia memperoleh nutrisi dengan menguraikan materi organik mati, tetapi dengan preferensi substrat yang cukup spesifik. Jamur ini paling sering ditemukan tumbuh pada ranting-ranting kayu keras yang sangat kecil, akar-akar tipis yang membusuk, atau bahkan pada serasah daun yang tebal. Preferensinya terhadap materi organik berukuran kecil ini menunjukkan peran pentingnya dalam mendaur ulang nutrisi dari biomassa yang lebih halus di lantai hutan.

Di hutan jati seperti Cagar Alam Bekutuk, M. scorodonius dapat ditemukan tumbuh pada sisa-sisa ranting jati atau pohon lain yang telah gugur. Perannya sebagai dekomposer membantu memecah materi organik ini, mengembalikan karbon dan nutrisi penting lainnya ke dalam tanah, sehingga mendukung kesuburan dan siklus nutrisi ekosistem hutan secara keseluruhan.

Potensi Kuliner dan Kehati-hatian

Nilai paling signifikan dari Mycetinis scorodonius bagi manusia adalah potensi kulinernya. Aroma bawang putihnya yang intens menjadikan jamur ini bumbu alami yang luar biasa dalam masakan. Hanya beberapa jamur kecil sudah cukup untuk memberikan rasa gurih dan aroma bawang yang kuat pada hidangan sup, tumisan, saus, atau bahkan omelet. Ini menjadikannya favorit di kalangan koki dan penggemar jamur yang mencari cita rasa unik.

Namun, seperti halnya dengan semua jamur liar lainnya. Identifikasi yang akurat sangat penting. Meskipun M. scorodonius mudah dikenali dari baunya yang khas, pengamat harus selalu memastikan semua ciri morfologi cocok dengan deskripsi spesies untuk menghindari kesalahan identifikasi dengan jamur lain yang tidak dapat dimakan atau bahkan beracun.

Dalam dunia perjamuran Mycetinis scorodonius adalah contoh sempurna bagaimana keindahan dan manfaat dapat ditemukan dalam hal-hal kecil dan tak terduga di alam. Dengan ukurannya yang mungil, penampilannya yang sederhana, dan kejutan aromanya yang kuat, "jamur bawang" ini adalah bukti nyata dari keragaman fungi yang menakjubkan dan kontribusi unik mereka terhadap ekosistem, bahkan di Cagar Alam Bekutuk yang kaya. Ini adalah pengingat bahwa terkadang, harta karun terbesar datang dalam kemasan yang paling sederhana.(*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved