Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Sosok 3 Pelajar Asal Sumbar Lolos Masuk ITB Jalur SNBP 2025 Hingga Buat Rektor Prof Tata Menangis

Kisah haru 3 siswa asal Sumatera Barat yang berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) jalur SNBP 2025 viral.

Penulis: Adelia Sari | Editor: galih permadi
Instagram @santosoim
ITB : Tangkapan layar dari Instagram @santosoim pada Kamis (12/6/2025) - Rektor ITB, Prof.Dr.Ir.Tatacipta Dirgantara,M.T mendatangi rumah Devit Febriansyah. Devit adalah SMAN 1 Bukittinggi yang lolos SNBP 2025 di ITB. Ia berasal dari keluarga sederhana hingga membuat Prof Tata bangga dan menangis. 

TRIBUNJATENG.COM - Kisah haru 3 siswa asal Sumatera Barat yang berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) jalur SNBP 2025 viral.

Ketiga murid itu adalah Nauli Al Ghifari dan Devit Febriansyah dari SMAN 1 Bukittinggi serta Deka Fakira Berna dari SMAN 1 Padang.

Kisah ini menarik perhatian karena warga rela patungan biaya untuk membantu kedua siswa tersebut.

Selain itu, Rektor ITB, Prof.Dr.Ir.Tatacipta Dirgantara,M.T datang ke kampung untuk menjemput keduanya.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @santosoim pada 9 Juni 2025, tampak Prof Tata mendatangi rumah Nauli.

Nauli adalah anak pedagang bekas di Pasar Wisata, Bukitinggi.

Nauli adalah sosok anak pintar dengan menjadi juara OSN.

Ia berhasil diterima di Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB.

Dalam video itu, Prof Tata mendatangi kios jualan orangtua Nauli.

Baca juga: Atasi Banjir Rob Sayung Demak, Pemprov Jateng Perbanyak Pompa

Prof Tata bahkan menangis saat melihat seluruh piala Nauli.

Dalam kesempatan itu, Prof Nauli juga memberikan laptop untuk Nauli.

“Rektor ITB jemput calon mahasiswa baru ITB dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Nauli anak pedagang baju bekas di Pasar Wisata, Bukittingi dengan segudang prestasi juasa OSN, tembus FTTM ITB,” tulis @santosoim.

Selain ke rumah Nauli, Prof Tata juga datang ke rumah Devit.

Devit merupakan warga Lereng Gunung Singgalang dan lolos STEI ITB.

Baca juga: Mbak Ita Ungkap Cerita Para Camat Semarang Galau Dipanggil KPK : Saya Lindungi

Ayah Devit adalah kuli angkut kayu, sedangkan sang ibu hanya bekerja sebagai sisir kayu manis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved