Berita Blora
Pedagang GOR Mustika Blora Curhat Omzet Turun 50 Persen Imbas e-Parkir, Ini Kata Bupati Arief Rohman
Bupati Blora Arief Rohman akhirnya buka suara terkait kebijakan e-Parkir di GOR Mustika yang dikeluhkan pedagang. Berikut katanya.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Bupati Blora Arief Rohman buka suara terkait kebijakan e-Parkir di GOR Mustika yang dikeluhkan pedagang.
Pasalnya, omzet pedagang di area GOR Mustika Blora menurun hingga 50 persen, sejak pemberlakuan e-Parkir.
Menanggapi hal itu, Bupati Arief Rohman segera meminta Sekda Kabupaten Blora untuk mengecek.
Baca juga: ASN Blora Dibekali Siraman Rohani, Gus Kautsar : Jabatan Jangan Dijadikan Alat Kesewenang-wenangan
Baca juga: Selaraskan Visi Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemkab Blora Berencana Gelar Retreat
"Kami akan meminta Sekda dan OPD terkait untuk mengecek hal itu," terangnya, Senin (16/6/2025).
Lebih lanjut, Arief Rohman belum berani memutuskan apakah kebijakan e-Parkir akan dievaluasi atau tidak.
"Belum, nanti hasilnya seperti apa, baru dilaporkan kepada kami," ujarnya.
Arief Rohman juga menginstruksikan agar keluhan para pedagang di area GOR Mustika Blora untuk dicek.
"Nah, termasuk pedagangnya ditanya dan sebagainya."
"Tim kami saat ini sedang mengecek," paparnya.
Sebelumnya, pedagang yang berjualan di GOR Mustika Blora mengeluh adanya penurunan omzet.
Hal itu imbas penerapan sistem parkir elektronik atau e-Parkir, saat masuk dan keluar ke GOR Mustika Blora.
Adapun untuk biaya parkir sekali masuk, motor Rp2.000 dan mobil Rp4.000.
Seorang pedagang, Diki mengatakan penurunan omzet mencapai 50 persen.
Baca juga: Retribusi Parkir Pasar Ditarget Bisa Sumbang Rp1,9 Miliar untuk PAD Blora 2025
Baca juga: Disdik Masih Tunggu Regulasi Pusat untuk Sekolah Swasta Gratis di Blora
"Sebelum ada e-Parkir itu omzet kotor bisa Rp500 ribu per hari."
"Tetapi semenjak penerapan e-Parkir hanya Rp200 ribu sampai Rp250 ribu perhari, dan terus menurun," tuturnya, Jumat (13/6/2025).
Menurut Diki, penurunan omzet ini terjadi karena sistem e-Parkir membuat jumlah pengunjung GOR Mustika berkurang signifikan.
Dampaknya, daya beli masyarakat yang datang ke area tersebut ikut menurun, secara langsung memukul pendapatan para pedagang.
Para pedagang sangat berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi kebijakan e-Parkir ini.
"Harapannya kebijakan e-Parkir dievaluasi karena merugikan pedagang," terangnya.
Diki mengatakan, pedagang lain juga mengeluhkan hal serupa.
Mereka menginginkan adanya solusi agar GOR Mustika Blora bisa kembali ramai dikunjungi dan omzet penjualan mereka bisa kembali meningkat seperti sediakala. (*)
Baca juga: Ini Daftar 5 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Calon Sekda Jepara
Baca juga: Persiku Kudus Incar Pemain Asing yang Pernah Main di Liga 1 dan Liga 2, Karena Ini Alasannya
Baca juga: Bupati Tika Segera Teken Kebijakan: Sampah di Kendal Jadi Persoalan Serius
Baca juga: Viral Seorang ASN Dinkes Solo Disebut Lakukan Pelecehan, Pengadu Warga Banjarsari
Blora
tribun jateng
Tribunjateng.com
GOR Mustika Blora
e-Parkir GOR Mustika Blora
E-parkir
Arief Rohman
Pemkab Blora
| Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Arief Rohman Ajak Fatayat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik |
|
|---|
| Miliki Fasilitas Mewah, Bupati Arief Resmikan Gedung Nusa Indah RSUD dr R Soetijono Blora |
|
|---|
| Buka Rakerkab KONI, Bupati Blora Arief Rohman Targetkan Tembus 5 Besar Porprov 2026 |
|
|---|
| SKB Blora Fokus Bekali Peserta Didik Keterampilan untuk Kemandirian |
|
|---|
| Bupati Arief Siap Undang Kajati Jateng ke Blora Beri Pencerahan Soal Korupsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250616-_-Bupati-Blora-Arief-Rohman.jpg)