Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Bupati Batang Faiz Dorong Agroeduwisata Clapar jadi BUMD Penghasil PAD 

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama keluarga menyusuri barisan pohon jeruk, memetik buah langsung dari cabangnya di Agroeduwisata Balai Benih

Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG / DINA INDRIANI
PETIK JERUK - Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengajak keluarganya memetik jeruk di di Agroeduwisata Balai Benih Pertanian Clapar, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Rabu (18/6/2025).Agroeduwisata Balai Benih Clapar bukan kebun biasa, di atas tanah yang subur, varietas jeruk unggul seperti RGL, Keprok Monita, Citaya, Trigas, hingga Borneo tumbuh subur bahkan varietas yang sulit hidup di daerah lain pun berhasil dibudidayakan di sini. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG -- Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama keluarga menyusuri barisan pohon jeruk, memetik buah langsung dari cabangnya di Agroeduwisata Balai Benih Pertanian Clapar, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Rabu (18/6/2025).

Agroeduwisata Balai Benih Clapar bukan kebun biasa, di atas tanah yang subur, varietas jeruk unggul seperti RGL, Keprok Monita, Citaya, Trigas, hingga Borneo tumbuh subur bahkan varietas yang sulit hidup di daerah lain pun berhasil dibudidayakan di sini.

Hasilnya, satu hektare lahan dengan 400 pohon mampu mengahasilkan hingga 8 ton jeruk sekali panen per tahun.

“Wisata petik jeruk ini punya potensi besar sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tapi pengelolaan harus naik kelas maka kita dorong ke arah pembentukan BUMD,” ujar Bupati Faiz.

Faiz berencana menggandeng pihak ketiga yang berpengalaman agar Clapar tumbuh menjadi destinasi unggulan berbasis kemitraan.

Memang pengelolaannya belum maksimal, belum ada tempat feeding hewan dan kafe atau restoran sebagai penunjang lokasi dan kebutuhan fasilitas pengunjung. 

“Untuk itu, saya sedang merancang penjajakan bekerjasama dengan pihak ketiga supaya dapat cost maintenance dengan punya pengalaman yang cukup bagus,” ujarnya.

Jadi ke depan, lanjut Faiz bisa mengarah ke BUMD dengan pengelolaan yang baik dan hasilnya lebih menguntungkan agar bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Agroeduwisata Clapar ini menyajikan dengan harga Rp 15 ribu per kilogram, pengunjung bebas memetik dan membeli jeruk tanpa batasan jumlah, sambil mempelajari proses budidaya tanaman,”pungkasnya.(din)

Baca juga: Wabup Tegal Ajak Pelajar Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas demi Generasi Muda yang Tertib

Baca juga: "Orang pada Tidur, Mendadak Air Tiba," Kisah Sutaman di Kedungwungu Grobogan Selamatkan Diri

Baca juga: Daftar 420 Desa di Purworejo Jawa Tengah Dapat Dana Desa di Bawah Rp 990 Juta, Mana yang Terendah?

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved