Berita Semarang
Adit Habiskan Malam Gemerlap Bersama Keluarganya di Jateng Fair 2025
Aditya Rangga menggandeng tangan anaknya sambil sesekali menoleh ke arah istrinya yang tertinggal beberapa langkah di belakang.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aditya Rangga menggandeng tangan anaknya sambil sesekali menoleh ke arah istrinya yang tertinggal beberapa langkah di belakang.
Di depan mereka, lautan cahaya warna-warni memancar dari ribuan lampu yang menghiasi arena Jateng Fair 2025 di PRPP Semarang, Sabtu (5/7/2025) malam.
Bagi Aditya, malam itu bukan sekadar jalan-jalan. Ia ingin menghadirkan momen yang tak terlupakan bagi anak semata wayangnya yang baru duduk di bangku TK.
"Anak saya itu paling senang lihat yang warna-warni, apalagi tadi pas masuk langsung disambut lampu-lampu besar sama balon-balon. Dia sampai loncat-loncat kegirangan," cerita Aditya sambil tertawa kecil.
Aditya bercerita bahwa anaknya sempat takut pertama kalinya naik bianglala saat didampingi oleh istrinya.
"Tadi juga sempat naik bianglala anaknya sama ibunya. Dari atas kelihatan semua katanya lampunya kelap-kelip. Habis itu saya nyoba main lempar bola yang hadiahnya boneka. Nggak menang sih, tapi senang banget karena bisa nyobain," jelasnya.
Kawasan PRPP malam itu memang menjelma jadi pasar malam raksasa. Wahana klasik seperti bianglala, ombak banyu, kora-kora, rumah hantu, hingga tong stand ramai diserbu pengunjung.
Tiap wahana disorot lampu-lampu neon yang mencolok, menarik mata siapa saja yang melintas.
Di ujung barat arena, pengunjung menyemut di depan pertunjukan tong stand atraksi sepeda motor yang menderu di dalam tabung silinder besar.
Tak hanya wahana, berbagai permainan khas pasar malam juga jadi favorit keluarga.
Permainan lempar gelang, lempar bola, hingga tembak balon berhadiah boneka dan mainan kecil selalu dikerubungi anak-anak yang mencoba peruntungan.
Anak Aditya bahkan sempat merengek minta satu boneka karakter kartun, walau akhirnya hanya bisa pulang dengan hadiah hiburan.
Di tengah riuh itu, Farah, mahasiswa asal Semarang, terlihat menikmati malam bersama tiga temannya.
Mereka datang sejak sore, tapi justru memilih berkeliling saat malam benar-benar turun.
"Kalau sore, masih panas dan belum nyala semua lampunya. Justru malam ini yang kami tunggu. Kami memang janjian pengin foto-foto karena lihat di Instagram banyak spot estetik di sini. Ternyata bener, bagus banget buat foto," ucap.
Farah mengatakan diantara wahana paling menantang adalah rumah hantu, yang membuatnya deg-degan dan berteriak lepas.
"Tadi sempat coba rumah hantu, heboh banget karena temanku sampai teriak-teriak. Habis itu jajan cilok, sate cumi, dan nyobain bakso bakar, rasanya enak dan murah sih," ujarnya.
Deretan stan kuliner di sepanjang jalur utama menyuguhkan aroma yang menggoda: dari jajanan khas seperti sempol, sosis panggang, nasi bakar, hingga makanan tradisional dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Sebagian besar stan dikelola oleh pelaku UMKM binaan pemerintah daerah.
Jateng Fair 2025 menjadi bagian dari perayaan hari jadi ke-75 Provinsi Jawa Tengah. Selain menyajikan hiburan keluarga, event ini juga jadi ajang promosi potensi ekonomi, budaya, dan pariwisata dari berbagai daerah di Jateng.
Namun bagi para pengunjung yang hadir diantara semua atraksi dan hiburan yang menjadi utama adalah waktu kebersamaan dengan kerabat, saudara, keluarga ataupun pasangan di tengah lampu kelap-kelip dan suara tawa. (Rad)
| Tembalang Lumpuh 3 Kilometer, Festival Balon Udara Semarang Picu Kemacetan Parah Sejak Pagi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini 3 Mei 2026: Siang Terik, Sore Berpotensi Hujan Petir |
|
|---|
| Lagi, Portal Kendaraan Pasar Jrakah Semarang Diseruduk Truk, Kali Ini sampai Roboh |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Eks Ketua Apindo Jateng Frans Kongi Wafat, Dimakamkan 4 Mei di Ungaran |
|
|---|
| Diskon 50 Persen hingga Gratis, Ini Cara Masuk Lawang Sewu saat HUT ke-479 Kota Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250706_JATENG-FAIR.jpg)