Wonosobo Hebat

Bupati Wonosobo Luncurkan Program Pandu Berseri Asiikk, Mudahkan Layanan Adminduk dari Rumah Sakit

imah masitoh
LAUNCHING PROGRAM INOVATIF - Peluncuran program inovatif Pandu Berseri Asiikk berlangsung di Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo, Sabtu (5/7/2025). Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat sebut ini simbol kesiapan transformasi RSI Wonosobo sebagai institusi pelayanan kesehatan modern dan inklusif.  

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat secara resmi meluncurkan program inovatif Pandu Berseri Asiikk.

Peluncuran program tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-30 Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo, Sabtu (5/7/2025).

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara RSI Wonosobo dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonosobo.

Program ini sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan publik yang amanah, profesional, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

“Tentunya ini tonggak penting RSI Wonosobo pengabdian selama 30 tahun, serta apresiasi kepada Disdukcapil yang terus menunjukkan inovasi dan kolaborasi untuk pelayanan publik yang semakin efektif dan responsif,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/7/2025).

Menurutnya, peluncuran Pandu Berseri Asiikk menjadi simbol kesiapan transformasi RSI Wonosobo sebagai institusi pelayanan kesehatan modern dan inklusif. 

Program ini memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan secara cepat, mudah, dan gratis langsung dari rumah sakit.

Di dalamnya termasuk penerbitan akta kelahiran, kartu keluarga, KIA, akta kematian, hingga perekaman KTP-el.

Bupati berharap, pihak management RSI Wonosobo agar lebih adaptif dengan perkembangan yang ada. 

Pengelola RSI mesti terus bergerak mengikuti perubahan zaman dan teknologi untuk menuju rumah sakit yang sehat dan berkualitas.

“Pengelolaan dan pelayanan yang baik pasti akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina RSI Wonosobo KH. Muchotob Hamzah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengelola dan manajemen yang telah dengan gigih melakukan berbagai inovasi dan pembaharuan untuk kemajuan RSI kini dan di masa yang akan datang.

“Sebagai fasilitas kesehatan, RSI itu berfungsi untuk khodimul ummah atau pelayanan masyarakat. 

Keberadaan dokter spesialis dan fasilitas fisik yang ada sangat membantu bagi kesembuhan pasien. 

Fasilitas non medis seperti setting ruang dan hiasan kaligrafi juga bisa jadi terapis lain selain penanganan medis,” sebutnya.

Selain meluncurkan program inovatif, Bupati Wonosobo juga meresmikan fasilitas ruang kelas rawat inap standar (KRIS) dan very-very important person (VVIP). 

Fasilitas ruang KRIS berada di Gedung Annisa untuk perawatan pasien anak, persalinan dan maternitas. Sedang ruang VVIP berada di Gedung Al Kautsar untuk pasien umum.

Kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan yang melibatkan tokoh masyarakat tokoh agama (para ulama besar dan serta pendiri/duriyah RSI Wonosobo).
 
Pada ulang tahunnya yang ke-30, RSI Wonosobo juga ikut serta mendukung program Pemerintah Kabupaten Wonosobo lewat rumah tidak layak huni (RTLH) dan sumbangan pendidikan kepada 100 anak dari keluarga yang kurang mampu. (ima)

Baca juga: Transformasi Akademik! FTIK UIN Saizu Resmikan Meeting Room K.H.A. Wahid Hasyim

Baca juga: Sosok Hera Irnandha : Lewat Karate Harumkan Jepara di Event Nasional Hingga Internasional

Baca juga: Sosok Brigadir Sufiana Maya Sari Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi "Saling Silang Bergizi"


Ist. Diskominfo Wonosobo