Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

Begini Kondisi Anggota PSHT Dikeroyok di Sukoharjo, Kaki Nyaris Putus Ditebas Sajam

Humas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sukoharjo, Agung Wijayanto, menyampaikan perkembangan

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/WORO SETO
BARANG BUKTI - Polisi mengambil barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) seusai kejadian pembacokan 4 anggota PSHT di Baki, Sukoharjo, Jumat (4/7/2025). (TRIBUN JATENG/WORO SETO) 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Humas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sukoharjo, Agung Wijayanto, menyampaikan perkembangan terbaru mengenai kondisi empat anggota PSHT yang menjadi korban pembacokan di wilayah Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Insiden yang sempat menghebohkan warga itu melibatkan empat korban, yakni tiga pria berinisial WH (45), MAT (20), dan ABP (24) yang berasal dari Kartasura, serta seorang perempuan berinisial CKWL (23) asal Kota Solo.

Menurut Agung, seluruh korban mengalami luka akibat senjata tajam dan sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Hingga Senin (7/7/2025), tiga dari empat korban telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang oleh tim medis.

Namun, untuk korban berinisial WH, proses pemulihan masih berlangsung.

Ia disebut masih harus menjalani perawatan lanjutan pasca operasi akibat luka serius yang dideritanya.

"Korban yang mendapatkan serangan sajam ada empat orang.

Ada yang luka pipi, kaki, tangan, dan yang perempuan di punggung, luka sabetan semua.

Lalu ada dulur lain yang mengalami luka karena terjatuh dari motor," jelasnya.

“ Kondisi terbaru, 3 orang sudah boleh pulang, sementara WH masih menjalani perawatan di RS Moewardi seusai operasi kaki yang hampir putus karena sabetan senjata tajam dari pelaku,” ujarnya kepada awak media di Polres Sukoharjo.

DUA MOTOR DIBAKAR- Dua motor di bakar orang tak dikenal seusai melakukan pembacokan terhadap 4 orang di Jalan Raya Bale Padi, Manang, Dukuh Gondang, Desa Bakipandeyan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jum’at (4/7/2025).
DUA MOTOR DIBAKAR- Dua motor di bakar orang tak dikenal seusai melakukan pembacokan terhadap 4 orang di Jalan Raya Bale Padi, Manang, Dukuh Gondang, Desa Bakipandeyan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jum’at (4/7/2025). (woro seto)

Agung mengaku ia tetap mematuhi proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami ikut proses hukum yang sedang berjalan, kami percayakan semua kepada Polres Sukoharjo,” ujarnya.

Agung membantah jika 4 korban pembacokan tersebut memiliki masalah dengan pelaku.

“Saya kira 4 korban tersebut tidak memiliki masalah dengan siapapun.

Analisa kami ini murni aksi teror yang bisa terjadi dengan siapa saja dan kapan saja.

Karena pelaku tidak mengatakan apapun, tiba-tiba langsung membacok,” ujarnya.

Agung Wijayanto berharap pelaku bisa segera tertangkap.

“Kami berharap pelaku bisa tertangkap dan kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada Polres Sukoharjo,” katanya.

Agung mengatakan kasus seperti ini juga pernah terjadi di tahun 2019.

“Kalau tidak tertangani, kasus seperti ini bisa terjadi lagi nantinya, kepada masyarakat atau siapapun,” ujarnya.

Agung berharap agar pelaku bisa segera ditangkap dan diketahui motif dari penyerangan tersebut.

“Kami berharap pelaku bisa ditangkap secepat mungkin dan diketahui motif dari pelaku tersebut,” ujarnya.

Agung mengatakan saat ini saksi yang sudah dimintai keterangan sejumlah 6 orang.

Agung mengaku 14 orang yang ada di lokasi kejadian akan dipanggil semua untuk dimintai keterangan.

“ Kemarin ada 6 saksi dan kemungkinan akan bertambah, karena semua anggota kami yang ada di lokasi kejadian akan dimintai keterangan semua,total yang ada di lokasi kejadian sebanyak 14 orang,” pungkasnya.

Diketahui, ada insiden pembacokan 4 pesilat PSHT di Jalan Raya Bale Padi, Manang, Dukuh Gondang, Desa Bakipandeyan, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Kejadian pembacokan itu terjadi Jumat 4 Juli 2025 pukul 04.20 WIB.

Kasatreskrim Sukoharjo, AKP Zainudin mengatakan saat ini polisi masih melakukan pendalaman kasus tersebut.

AKP Zainudin mengatakan Polres Sukoharjo saat ini masih melakukan pendalaman kasus tersebut.

"Terkait pengembangan kasus di Baki, kami masih mendalami kasus tersebut," ujarnya kepada awak media, Senin (7/7/2025)

AKP Zainudin menegaskan pihaknya tetap berupaya untuk mengungkap kasus ini.

Bahkan saat ini masih proses untuk meminta keterangan dari saksi-saksi.

"Kami berusaha mengungkap kasus ini, saat ini sedang dalam proses pendalaman dari para saksi.

untuk jumlah saksi yang diperiksa masih dalam proses juga, nanti jika ada perkembangan bisa langsung kami infokan," ujarnya.

Sebelumnya, Humas PSHT Cabang Sukoharjo, Agung Wijayanto menceritakan kronologinya.

Agung mengatakan rombongan PSHT ada 8 motor. 

Lalu, tiba-tiba didatangi sekira 4 orang tak dikenal.

Mereka berboncengan menggunakan dua motor matik.

Rombongan PSHT lalu diserang secara membabi buta.

Setelah itu, pelaku membakar 2 motor milik rombongan PSHT itu.

“Ada dua motor, empat orang tiba-tiba nyabet sajam (senjata tajam).

Untuk jenis sajam kami masih belum tahu, karena kondisinya gelap.

Setelah teman kami jatuh, dua motor dibakar," kata Agung saat ditemui awak media di Mapolres Sukoharjo, Jumat (4/7/2025).

Dua motor yang dibakar merupakan milik korban, yakni jenis Honda Beat dan Scoopy. 

Atas kejadian itu, empat orang mengalami luka-luka. 

Delapan motor yang digunakan jenis matik dan tidak menggunakan knalpot brong.

Agung mengatakan, rombongan sudah diikuti dari SPBU Kadilangu, Kecamatan Baki.

Agung mengatakan ciri-ciri pelaku yang menyerang teman-temannya.

"Ciri-ciri pelaku ada empat orang, badannya berisi semua, menggunakan penutup wajah,” ujarnya.

Agung mengatakan pelaku menggunakan motor jenis NMAX.

“Untuk detailnya kurang tahu karena kondisi gelap, tapi semuanya membawa sajam," ucapnya. (waw)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved