Breaking News
Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

Kemenag Demak Gelar FGD Cegah Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik.

Tayang:
Penulis: faisal affan | Editor: raka f pujangga
Tribunjateng/Faizal M Affan
FGD KONFLIK AGAMA - Kepala Kantor Kemenag Demak, Taufiqur Rohman saat memaparkan materi Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, di Reinz Cafe and Resto Demak, Selasa (8/7/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Selasa (8/7/2025), di Reinz Cafe and Resto Demak.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi konflik sosial keagamaan di wilayah Demak.

FGD ini merupakan tindak lanjut dari petunjuk pelaksanaan (juklak) Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, dan menghadirkan para tokoh agama Islam dari berbagai kecamatan di Kabupaten Demak.

Baca juga: Nasib 25 Penumpang Bus Haryanto Yogyakarta Demak yang Terbakar di Temanggung, Api Dari Belakang

Kepala Kantor Kemenag Demak, Taufiqur Rohman, mengatakan bahwa meskipun situasi keagamaan di Demak tergolong kondusif, potensi gesekan tetap perlu diwaspadai.

“Kami menggali potensi konflik sosial berdimensi keagamaan yang mungkin terjadi di Kabupaten Demak, untuk segera kami kenali dan lakukan pencegahan dini agar tidak membesar,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, pada rentang tahun 2019 hingga 2022 tercatat 57 kasus konflik intra-agama secara nasional.

Rinciannya, 16 kasus terkait pendirian rumah ibadah, 11 kasus menyangkut ekspresi keagamaan, dan dua kasus pemaksaan atribut.

Menariknya, Provinsi Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Demak, tidak masuk dalam 18 besar daerah dengan konflik keagamaan tertinggi.

Baca juga: Jalan Berlumut Akibat Rob di Sayung Demak, Pengendara Keluhkan Licin dan Bahaya Kecelakaa

Provinsi Aceh justru mencatatkan jumlah konflik keagamaan tertinggi di Indonesia.

Namun, Kemenag tetap menekankan pentingnya upaya preventif melalui pendekatan bimbingan, dialog, koordinasi lintas sektoral, hingga mediasi dan negosiasi.

“Kami ingin memastikan bahwa suasana masyarakat tetap rukun dan kondusif. Kalau pun ada potensi konflik, akan segera kami respons,” tandas Taufiqur.(afn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved