Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

Waspada! Rob Kembali Ancam Pantura Demak Setelah Tanggal 13 Juli 2025

MKG Maritim Tanjung Emas memprediksi genangan air laut atau rob akan kembali terjadi di wilayah Pantura Sayung, Kabupaten Demak setelah 13 Juli 2025.

Tayang:
Penulis: faisal affan | Editor: raka f pujangga
dok. Dishub Demak
ROB SAYUNG DEMAK - Jalur pantura Sayung, Kabupaten Demak mulai surut dari banjir rob, namun BMKG memprediksi setelah tanggal 13 Juli air rob kembali masuk ke pesisir Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAKBMKG Maritim Tanjung Emas memprediksi genangan air laut atau rob akan kembali terjadi di wilayah Pantura Sayung, Kabupaten Demak, setelah tanggal 13 Juli 2025. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Emas, Ganis Erutjahjo.

Menurut Ganis, kondisi kering yang sempat terjadi beberapa waktu terakhir berkaitan erat dengan siklus pasang surut air laut.

Baca juga: Surutnya Rob di Sayung Demak Bersifat Sementara, BMKG: Waspadai Pasang Air Laut pada 13 Juli 2025

Dalam sepekan terakhir, muka air laut terpantau berada pada titik surut minimum, yaitu 0,9 meter, lebih rendah dibanding rerata muka laut (MSL) yang berada di angka 0,6 meter.

"Artinya ada peningkatan muka air sekitar 0,3 meter dari rata-rata. Tapi ini masih kategori surut. Kami perkirakan setelah 13 Juli, kondisi akan berbalik menjadi pasang naik, dan akan kembali menggenangi jalur Pantura Sayung," jelas Ganis, Kamis (10/7/2025).

Meski demikian, Ganis memastikan ketinggian pasang air laut bulan ini tidak akan setinggi dua bulan sebelumnya.

Ia menyebut, kondisi astronomi saat itu membuat posisi bumi dan bulan lebih dekat (perigee), yang berdampak pada pasang laut ekstrem.

“Dua bulan lalu merupakan puncak pasang tertinggi. Sekarang, posisi bulan dan bumi tidak terlalu dekat maupun terlalu jauh, sehingga pasang air laut bulan ini masih dalam kategori normal,” tambahnya.

Selain faktor gravitasi bulan dan bumi, Ganis juga menjelaskan bahwa kondisi angin dan gelombang pada Juli ini relatif tenang, yang turut memengaruhi tingginya pasang laut.

BMKG memperkirakan pola pasang ini akan bertahan hingga tiga bulan ke depan.

Meskipun demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena rob dipastikan tetap terjadi, meski tidak setinggi sebelumnya.

Baca juga: Jalan Berlumut Akibat Rob di Sayung Demak, Pengendara Keluhkan Licin dan Bahaya Kecelakaa

Di sisi lain, Ganis juga menyinggung bahwa wilayah pesisir utara Jawa Tengah, termasuk Demak dan Semarang, kini masih mengalami kemarau basah. 

Sehingga hujan yang berlangsung tiba-tiba bisa saja memperparah kondisi rob pesisir utara Jawa Tengah.

"Secara umum, kita memang memasuki musim kemarau basah. Artinya meskipun musim kemarau, masih ada potensi hujan meski tidak rutin. Tapi curah hujan yang turun biasanya datang secara tiba-tiba," pungkasnya.(afn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved