Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sekolah Rakyat

Gedung Permanen Sekolah Rakyat Ditarget Beroperasi 2026, Dinsos: Sementara di BLK

Program Sekolah Rakyat, pendidikan berasrama yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu mulai digelar di Kota Semarang.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah 
SEKOLAH RAKYAT - Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Heroe Soekendar saat diwawancara awak media di Balaikota Semarang, Selasa (15/7/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Sekolah Rakyat, pendidikan berasrama yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu mulai digelar di Kota Semarang.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Heroe Soekendar mengatakan, sebagai tahap awal, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), sambil menunggu pembangunan gedung permanen di Rowosari rampung pada 2026.

"Kami sedang memverifikasi data calon siswa mulai 15-20 Juli. Lokasi sekolah rakyat sementara di gedung BBPVP karena sudah ada fasilitas kelas dan asrama," kata Heroe di Balaikota Semarang, Selasa (15/7/2025).

Dia menyebutkan, berbagai persiapan teknis tengah dilakukan agar Sekolah Rakyat dapat berjalan.Termasuk di dalamnya adalah proses verifikasi calon siswa dan kesiapan fasilitas di lokasi sementara.

Baca juga: Nasib Siswanto Penjaga Kos Diplomat Muda Tewas di Kamar, Stress Setelah Videonya Viral

Baca juga: Hasil Babak I Skor 2-0 Filipina Vs Malaysia Piala AFF U-23 Asean Cup, Banatao Cetak Brace!

Menurut Heroe, sebanyak empat ruang kelas dan asrama yang sebelumnya digunakan untuk pelatihan kerja kini dialihfungsikan untuk mendukung proses belajar sekolah rakyat. 

Sejauh ini, data sementara yang dihimpun menunjukkan ada 25 calon siswa jenjang SD dan 9 siswa jenjang SMA.

Proses verifikasi dan validasi data dilakukan bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

"Kita gunakan data terpadu, nanti diverifikasi agar benar-benar anak dari keluarga prasejahtera yang masuk. Semua berbasis data yang sudah kami terima dari pusat," terangnya. 

Heroe menyebut, sekolah rakyat merupakan program pendidikan alternatif bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, dengan harapan dapat mengejar ketertinggalan pendidikan formal.

Adapun menurutnya, tenaga pengajar akan dikoordinasikan oleh Disdik, sementara Dinsos memfasilitasi kebutuhan dasar termasuk lokasi, asrama, dan dukungan sosial.

Ia memaparkan, Pemkot Semarang telah mengusulkan pembangunan sekolah rakyat permanen di wilayah Rowosari, Tembalang, tepatnya di atas lahan seluas 1,9 hektar.

Namun, karena status lahan tersebut sebagai tanah hijau, prosesnya masih menunggu kajian lanjutan dan persetujuan dari Kementerian Pertanian.

"Kalau lahan Rowosari sudah siap, kemungkinan 2026 nanti semua akan dipindahkan ke sana. Tapi untuk tahun ini, kita maksimalkan fasilitas yang ada dulu di BLK (balai latihan kerja)," terangnya. 

Terkait jenjang pendidikan, tahun ini Sekolah Rakyat baru membuka untuk tingkat SD dan SMA. Sementara jenjang SMP belum termasuk dalam alokasi dari kementerian. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved