Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Investor Tiongkok Mulai Lirik Produksi Garam di Jateng

Produksi garam di Jawa Tengah dilirik pengusaha dari Tiongkok yang berencana menanamkan modal untuk industri garam  berasal dari Tiongkok. 

Tayang:
Humas Pemprov Jateng 
AUDIENSI - CEO PT Susanti Megah, Hermawan Santoso temui Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bahas investor garam Tiongkok melirik produksi garam di Jateng, Kamis (17/7/2025). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Produksi garam di Jawa Tengah dilirik pengusaha dari Tiongkok. 

CEO PT Susanti Megah, Hermawan Santoso, mengatakan investor berencana menanamkan modal untuk industri garam  berasal dari Tiongkok. 

Investor itu  memerlukan lahan untuk pengembangan tambak garam seluas  3.000 hektare.

Baca juga: Fenomena Kemarau Basah Bikin Siklus Produksi Garam di Pati Tertunda

"Potensi garam Jawa Tengah sebenarnya cukup bagus, pemerintah juga sudah bicara, Pak Luthfi sudah mau support," ujarnya, Kamis (17/7/2025).

Menurutnya, perluasan industri dan produksi garam nasional harus ditingkatkan, dalam rangka mewujudkan swasembada garam nasional. 

Hal itu agar tidak lagi mengimpor dari luar negeri untuk menutupi kebutuhan garam.

"Saya tadi katakan itu harus ada penambahan kapasitas dan perluasan lahan untuk meningkatkan kapasitas produksi atau ekstensifikasi. Kalau tidak ya tahun 2027 kita tetap harus impor," tuturnya.

Menurut Hermawan, saat ini wilayah di Indonesia yang sangat bagus dalam produksi garam berada di Madura dan Nusa Tenggara Barat.

Kemudian untuk Jawa Tengah cukup potensial untuk mengejar dua daerah tersebut.

"Tentu kita harus kerja sama dengan petani dan pemerintah untuk peningkatan kualitas dan persediaan volume garam itu. Kita masih itung. Tentunya pengusaha cari peluang yang mana bisa support ke pemerintah terutama untuk swasembada garam," ujarnya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Sujarwanto Dwiatmoko, menuturkan pengusaha garam nasional telah melirik Jawa Tengah sebagai bagian untuk perluasan dan produksi garam karena memang produksi garam nasional masih kurang.

Beberapa hal telah disampaikan pengusaha kepada Gubernur Ahmad Luthfi yakni kemudahan sarana pengangkutan mesin pabrik, kemudian penumbuhan petani garam untuk suplai bahan baku garam, serta kebutuhan listrik dan gas.

"Nah yang perlu dikembangkan adalah pusat-pusat garam harus bertumbuh kembang untuk menuju swasembada. Memang perlu ada intensifikasi lagi atau bahkan ekstensifikasi atau perluasan sentra garam," tuturnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng, Endi Faiz Effendi mengatakan berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, produksi garam rakyat Jawa Tengah pada tahun 2024 mencapai 536.612 ton. 

Luas lahan produksi garam sekitar 8.267 hektare dengan jumlah petani garam 6.420. Jumlah itu tersebar di sembilan daerah sentra garam, meliputi Brebes, Demak, Jepara, Pati, Rembang, Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Grobogan.

Baca juga: BUMD Pemprov Jateng Serap 30 Ribu Ton Garam Petambak Lokal, Suplai Kebutuhan Industri

Berdasarkan data tahun 2024, kebutuhan garam di Jawa Tengah,  sebesar 119.400 ton.

Terdiri atas 33.000 ton untuk garam konsumsi dan 86.400 ton untuk garam industri. 

"Itu yang untuk garam rakyat dengan NaCL 95 persen. Kalau untuk industri NaCL-nya harus di atas 97 % ," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved