Semarang
Catat Stok Beras Capai 32 Ribu Ton, Dishanpan Semarang: Ketersediaan Cukup
Ketersediaan beras di Kota Semarang disebutkan dalam kondisi aman hingga dua bulan ke depan.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Ketersediaan beras di Kota Semarang disebutkan dalam kondisi aman hingga dua bulan ke depan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih memaparkan, berdasarkan data proyeksi minggu kedua Juli 2025, neraca gabungan beras premium dan medium mencapai 32.239,30 ton.
Angka ini diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan lebih lima hari.
Baca juga: Bupati Wonosobo Dorong Gerakan 5 Cinta Keluarga Jadi Panduan Bangun Generasi Hebat
Baca juga: Jawaban Guru Madin Demak Zuhdi Saat Ditanya Amalan yang Dilakukan Hingga Bernasib Mujur
Stok beras premium tercatat sebanyak 7.042,70 ton dengan harga rata-rata Rp 15.900 per kilogram, sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.500.
Sementara beras medium tersedia 28.655,01 ton, dengan harga jual sesuai HET yaitu Rp 14.200 per kilogram.
Ketersediaan ini bersumber dari daerah sentra produksi seperti Delanggu, Klaten, dan Demak.
“Hasil sidak bersama Bapanas, Dinas Pasar, Satpol PP, dan Tim JKPD di Pasar Johar, kami melihat ketersediaannya cukup. Kemudian harganya juga relatif stabil, meskipun ada kenaikan tapi relatif aman," kata Endang saat dihubungi Tribun Jateng, kemarin.
Ia juga menjelaskan, upaya intervensi dilakukan dengan menggelontorkan beras SPHP sejak Minggu sebelumnya ke Pasar Gayamsari, lalu ke Pasar Johar pada hari Selasa dan Rabu. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasar.
Mengenai kebutuhan beras Kota Semarang, Kepala Dinas menjelaskan bahwa perhitungannya didasarkan pada stok awal ditambah pasokan masuk, dikurangi konsumsi rumah tangga, industri, katering, dan warung makan.
“Setelah dihitung, neraca pangan kita alhamdulillah aman,” klaimnya.
Ia menyebut, Kota Semarang hanya menyumbang sekitar 11 persen produksi beras. Ia menyebut ketersediaan tetap terjaga, karena peran pelabuhan dan jalur distribusi utama di Semarang.
Ia memaparkan, beras dari berbagai daerah masuk melalui Pelabuhan Tanjung Mas dan didistribusikan melalui pasar-pasar besar seperti Pasar Johar dan MAJT.
"Tentunya kita memang ketergantungan dari kabupaten/kota lain penghasil beras. Tetapi karena mereka berbondong-bondong jualannya ke Semarang, maka Semarang ini untuk kebutuhan barangnya dari hari ke hari, minggu, bulan itu Alhamdulillah selalu dalam kondisi ketersediaannya cukup," katanya. (idy)
| Musda HDII Jateng 2026, Penguatan Ekosistem Jadi Sorotan Utama |
|
|---|
| 65 Rumah di Gedawang Banyumanik Terdampak Puting Beliung, Pemkot Semarang Beri Bantuan |
|
|---|
| Gara-gara Tikus, Petani di Tegalwaton Semarang Empat Kali Gagal Panen |
|
|---|
| Kisah Warga Semarang Menang Undian Berangkat Ke Hainan Cina |
|
|---|
| Ini Risiko Operasional Proyek Sampah Jadi Listrik di Kota Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pedagang-di-Pasar-Surtikanti-Semarang-tampak-sedang-menunjukkanberasdagangannya.jpg)