kominfo kota pekalongan
Cegah Kebakaran, Pasar Banjarsari Dilengkapi Sensor Asap dan Sistem Pemadam Otomatis
Setelah sempat dilanda kebakaran hebat pada tahun 2018, Pasar Banjarsari kini hadir dengan wajah baru yang aman dan modern.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Setelah sempat dilanda kebakaran hebat pada tahun 2018, Pasar Banjarsari kini hadir dengan wajah baru yang lebih aman dan modern.
Pemerintah Kota Pekalongan memastikan bahwa pasar ini telah dilengkapi dengan sistem keamanan kebakaran yang canggih, termasuk sensor asap dan sistem pemadam otomatis berbasis air.
Baca juga: FIX, Pasar Banjarsari Pekalongan Diresmikan Agustus 2025
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama sejak awal pembangunan.
"Antisipasi kebakaran sudah dirancang sejak awal, termasuk pemasangan pipa-pipa air dan sensor asap otomatis."
"Kami berharap, dengan fasilitas ini, kejadian seperti tahun 2018 tidak akan terulang. Tapi semuanya juga harus tetap waspada," tegasnya saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (21/7/2025).
Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan juga mengingatkan, para pedagang agar tidak menutup kios secara permanen.
Menurutnya, keberadaan sensor kebakaran yang terpasang di atas setiap kios memerlukan ruang terbuka agar dapat berfungsi dengan baik.
"Atap kios tidak boleh ditutup rapat. Kami minta cukup menggunakan ram atau jaring, supaya sensor tetap bisa mendeteksi asap. Ini demi keamanan bersama," ujarnya.
Pembangunan ulang Pasar Banjarsari tidak hanya fokus pada teknologi keselamatan, tetapi juga pada penataan kawasan agar lebih tertib dan nyaman.
Ia menegaskan, bahwa area depan pasar harus steril dari pedagang kaki lima.
"Pasar ini harus jadi contoh pasar rakyat yang rapi dan profesional. Tidak boleh ada yang berjualan di trotoar atau bahu jalan. Semua harus sesuai aturan," kata Aaf.
Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Supriono, menjelaskan bahwa pasar ini dibagi menjadi empat blok untuk mempermudah evakuasi dan membatasi penyebaran api bila terjadi kebakaran.
"Empat blok ini kami desain agar jika terjadi insiden di satu titik, tidak langsung menjalar ke seluruh area."
"Setiap kios dan ruko juga, sudah dilengkapi sensor asap yang terhubung ke sistem pemadam otomatis," terangnya.
Baca juga: Wamen PU : Pedagang Pasar Banjarsari Pekalongan Mulai Berjualan Usai Lebaran
Selain itu, pasar juga memiliki sumber air internal dengan kapasitas 400 meter kubik, yang memungkinkan sistem pemadam bekerja tanpa perlu pasokan air dari luar.
Dengan berbagai pembaruan ini, Pasar Banjarsari diharapkan tidak hanya menjadi pusat ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi model pasar rakyat yang aman dan tertata.
"Begitu sensor mendeteksi asap, sistem akan aktif secara otomatis. Petugas pemadam pun bisa langsung bertindak cepat. Sistem ini kami rancang cukup sempurna untuk melindungi seluruh kawasan pasar," tambah Supriono. (*)
| BNPB All Out Bantu Pekalongan Hadapi Banjir |
|
|---|
| SPPG Turun Tangan, Ribuan Paket Makanan Disalurkan untuk Korban Banjir di Kota Pekalongan |
|
|---|
| Sekolah Terdampak Banjir, Dindik Kota Pekalongan Izinkan Belajar Daring dan Libur |
|
|---|
| Dapur Umum Kodim 0710 Jadi Tumpuan 400 Warga Pekalongan yang Mengungsi Akibat Kepungan Banjir |
|
|---|
| Kebakaran Menyusut, Evakuasi Tawon hingga Ular Dominasi Tugas Damkar Kota Pekalongan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250721_Pasar-Banjarsari-Kota-Pekalongan-dibangun-pasca-kebakaran_1.jpg)