Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Tegal

Shuttlecock Buatan Desa Lawatan Tegal Siap Bersaing di Tengah Gempuran Kompetitor 

Shuttlecock produksi Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal siap bersaing di tengah gempuran kompetitor

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Humas Pemkab Tegal
FESTIVAL SHUTTLECOCK: Foto yang dikirim Humas Pemkab Tegal pada Jumat (15/8/2025) menunjukkan Warga Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal sedang mengikuti kegiatan festival shuttlecock dengan membawa replika shuttlecock berukuran besar. Kegiatan tersebut rutin terselenggara dalam rangka meneguhkan komitmen shuttlecock produksi Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal siap bersaing di tengah gempuran kompetitor dari berbagai daerah yang mulai menggarap industri serupa dengan teknologi modern.  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Shuttlecock produksi Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal siap bersaing di tengah gempuran kompetitor dari berbagai daerah yang mulai menggarap industri serupa dengan teknologi modern. 


Pernyataan ini disampaikan Kepala Desa Lawatan Sutarjo dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (15/8/2025).


Di hadapan Wakil Bupati Tegal Akhmad Kholid, Sutarjo menyampaikan Pemerintah Desa Lawatan bersama masyarakat bertekad mempertahankan kualitas dan identitas produk unggulan yang telah diwariskan pendahulunya sejak tahun 1920.


Menurutnya, ide penyelenggaraan festival shuttlecock berawal dari kondisi menurunnya daya saing shuttlecock produksi lokal akibat masuknya produk luar daerah. 


Sutarjo berharap, ajang festival ini dapat meningkatkan daya beli konsumen dan mendongkrak perekonomian warganya.


Ia pun memamerkan produk shuttlecock khas daerahnya ini yang tidak hanya berkualitas super, tetapi juga ada nilai historis yang patut dilestarikan. 
 
“Produksi shuttlecock Lawatan sudah ada sejak tahun 1920. Kami masih menggunakan metode manual meskipun kompetitor di luar daerah sudah banyak yang menggunakan mesin modern,” jelas Sutarjo. 


Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Tegal Akhmad Kholid, menyampaikan apresiasi atas langkah pemdes setempat menggelar festival sebagai ajang promosi sekaligus upaya menjaga keberlangsungan industri rumah tangga pembuatan bola bulu tangkis yang sudah menjadi mata pencaharian bagi sekitar 70 persen warga Lawatan. 


“Olahraga bulutangkis banyak digemari masyarakat, dari mulai anak-anak sampai dewasa, sehingga shuttlecock ini punya potensi pasar yang besar. Selain harus punya ciri khas, soal kualitas tentunya juga harus yang terbaik, harus nomor satu supaya tidak kalah dengan produk dari daerah lain,” ungkap Ahmad Kholid.


Ahmad Kholid juga menekankan agar festival ini tidak hanya sebatas agenda tahunan saja, lebih dari itu harus mampu mengundang minat pembeli dari luar daerah datang ke Desa Lawatan. 


Pengalaman berproduksi selama puluhan tahun menjadikan kok Lawatan layak menjadi ikon Kabupaten Tegal dan dipasarkan lebih luas lagi. 


"Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi simbol tekad warga setempat untuk menjaga warisan usaha yang sudah berjalan turun-temurun sekaligus berinovasi agar produk kok lokal ini siap bersaing di pasar nasional," harap Kholid. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved