Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penculikan di Semarang

Cara Siswi SD di Semarang Kabur Dari Penculik, Muka Sempat Terluka

Seorang siswi SDN Pakintelan 2 Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang berhasil melepaskan diri aksi peculikan.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
(TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV)
AKTIVITAS BELAJAR - Suasana aktivitas belajar para murid di SDN Pakintelan 02, Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (20/8/2025). Pihak sekolah mengetatkan pengawasan seusai peristiwa dugaan percobaan penculikan seorang siswi di sana, beberapa hari sebelumnya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang siswi SDN Pakintelan 2 Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang berhasil melepaskan diri aksi peculikan.

Peristiwa penculikan itu terjadi pada Jumat (15/8/2025).

Siswi berinisial H itu sempat dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil namun ia berhasil membuka pintu dan keluar.

H mengalami luka cakaran di wajahnya namun ia selamat dari aksi penculikan.

Baca juga: Video Detik-detik Siswi SD di Gunungpati Semarang Nyaris Jadi Korban Penculikan

Baca juga: BREAKING NEWS: Siswi SD di Semarang Nyaris Jadi Korban Penculikan, Pelaku Pura-pura Perbaiki Mobil

Slamet Hari Pambudi, kepala SDN Pakintelan 2 mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mengetatkan pengawasan.

Ia tak hanya memantau aktivitas belajar mengajar di kelas, namun juga sesekali menengok ke luar pagar, serta memastikan kamera CCTV masih berfungsi. 

Slamet menjelaskan kronologi peristiwa bermual seorang siswi kelas 6 di SDN tersebut, berinisial H, baru saja pulang sekolah. 

Jam menunjukkan pukul 11.10 WIB. 

Dari penuturan Slamet, H berjalan kaki seperti biasa, menyusuri jalan sepi yang memisahkan sekolah dan rumahnya sejauh sekitar satu kilometer. 

Di tengah perjalanan dia, sebuah mobil tak dikenal berhenti di pinggir jalan. 

Seorang pria diduga tampak berpura-pura sedang memperbaiki kendaraan.

Tak disangka, pria itu mendekat, memaksa H untuk masuk ke dalam mobil.

“Pelakunya satu orang, posisi mobil berhenti. Ananda H sempat dipaksa dan dimasukkan ke mobil,” kata Slamet ketika ditemui tribunjateng.com, Rabu (20/8/2025).

Namun keajaiban terjadi, H meloloskan diri.

Dalam kepanikan dan keberaniannya, dia membuka pintu mobil dan lari secepat mungkin ke tempat yang lebih aman. 

“Kondisi anak tersebut mengalami luka, ada sedikit bekas cakaran di bagian wajah.

Sudah dilakukan pengobatan,” imbuh Slamet.

Respons Sekolah

Tak menunggu lama, Slamet kemudian berkoordinasi kepada banyak pihak, meliputi Dinas Pendidikan, Dinas Perlindungan Anak, hingga kepolisian. 

H langsung didampingi oleh tim psikologis agar tak larut dalam trauma. 

Tiga hari setelah kejadian, H kembali masuk sekolah. 

Dia disambut bukan hanya oleh guru dan teman-teman, tapi juga oleh sistem baru yang lebih ketat.

“Kami terus melakukan pendampingan sampai detik ini dan hari ini,” jelas Slamet.

Langkah-langkah segera diambil. 

CCTV di sepanjang rute yang dilalui H diperiksa. Paguyuban orangtua dikumpulkan. 

Kolaborasi diperkuat bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. 

Selain itu, sistem penjemputan siswa diperketat.

“Bapak-ibu guru kami instruksikan untuk tidak membiarkan anak-anak sendirian. 

Kalau tidak ada yang jemput, harus diawasi dari gerbang,” kata Slamet.

Dia paham, sekolah tak bisa menjamin sepenuhnya keamanan anak di luar lingkungan pagar. 

Slamet menambahkan, pihaknya menyerahkan penyelidikan dan peristiwa itu kepada polisi.

“Rekaman CCTV dan lain sebagainya sudah berada di pihak kepolisian.

Kami harap hal ini tidak terjadi lagi dan sekolah-sekolah bisa memperketat dan menyosialisasikan kepada para orangtua murid serta guru,” pungkas dia. (Reza Gustav)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved