Dekranasda Expo 2025, Batang Tampilkan Batik Warna Alam dan Bjo Furface
Dekranasda Batang, Faelasufa Faiz, menaruh harapan besar pada pelaku UMKM lokal saat meninjau langsung stand Batang dalam gelaran Dekranasda Expo 2025
Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz, menaruh harapan besar pada pelaku UMKM lokal saat meninjau langsung stand Batang dalam gelaran Dekranasda Expo 2025
Acara ini digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, Batang menampilkan batik warna alam dan bjo furface yang menjadi ciri khas kami,” ujar Faelasufa dalam keterangan rilis, Kamis (21/8/2025).
Faela menyampaikan melalui event seperti ini bisa menjadi pintu masuk UMKM Batang ke pasar yang lebih luas.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal pemasaran, tetapi juga regenerasi pelaku usaha, terutama dalam pelestarian batik Rifaiyah.
"Ada empat motif Batik Rifaiyah yang sudah punah. Ini ancaman nyata bagi keberlanjutan warisan budaya kita,” tuturnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Batang tengah menyusun langkah strategis berupa dokumentasi motif batik dengan rasio ukuran 1:1.
Prosesnya sedang berjalan, dan Faelasufa memastikan tim dokumentasi akan mulai bekerja tahun ini.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Nawal Nur Arafah Yasin, menyampaikan bahwa Dekranasda berperan sebagai mitra pemerintah daerah dalam melindungi dan mengembangkan UMKM.
Ia juga memaparkan program kurasi bersama Bank Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas produk melalui pelatihan dan pendampingan.
“Produk yang belum terkurasi akan kami bantu agar bisa bersaing di pasar,” tegas Nawal.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, menambahkan bahwa Dekranasda Expo tahun ini menghadirkan 228 stand dari berbagai instansi dan mitra.
Pameran berlangsung selama tiga hari, dari 20 hingga 22 Agustus 2025, mencakup area Kantor Gubernur hingga halaman DPRD Jawa Tengah.
Zona pameran dibagi menjadi beberapa kampung tematik, seperti kampung halal, kampung kuliner dan jamu, kampung nostalgia era 70-an, hingga kampung UMKM milenial Bank Jateng. Tak ketinggalan, tujuh mobil pelayanan masyarakat turut meramaikan suasana.
“Tujuan utama kami adalah promosi. Kami ingin pengunjung mengenal, mengingat, dan membeli produk UMKM. Dari situ, transaksi terjadi, jaringan terbentuk, dan pasar terbuka,” pungkasnya.(din)
| Chat Genit Guru SMP ke Siswi Gegerkan Blora, Berikut Kronologi Awalnya |
|
|---|
| Video Detik-detik Anak 6 Tahun Tertabrak Mobil Boks Saat Lari ke Jalan Terekam CCTV |
|
|---|
| Lahan Pertanian di Wonosoco Kudus Tergenang Banjir Setiap Tahun, Butuh Normalisasi Sungai |
|
|---|
| "Patah Tulang Tengkorak" Hasil Autopsi Korban Duel Maut Siswa SMP di Sragen Keluar |
|
|---|
| Hadapi El Nino, Pemkot Semarang Siapkan Cadangan 1 Juta Liter Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250-822_mbatang.jpg)