Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purbalingga

Dukung Progam MBG, Purbalingga Tambah Tiga Dapur Baru dari Yayasan Prawiro 

Wabup berharap agar keberadaan dapur tersebut dapat memberikan multiple efek bagi pembangunan daerah

Tayang:
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Farah Anis Rahmawati
Pemotongan Pita — Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani saat melakukan pemotongan pita sebagai simbol diluncurkannya tiga dapur SPPG milik Yayasan Prawiro di Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jumat (22/8/2025).  

TRIBUNAJTENG.COM, PURBALINGGA — Suasana hikmat mengiringi jalanya peluncuran tiga dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Yayasan Prawiro DPC Kabupaten Purbalingga, di Desa Pepedan, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Jumat (22/8/2025).

Diketahui ketiga dapur yang berlokasi di Kecamatan Karangmoncol, Mrebet dan Kertanegara tersebut akan mulai beroperasi pada Senin (25/8/2025). Acara peluncuran pun dibuka dan diresmikan secara langsung oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani secara simbolis melalui pemotongan pita. 

Ketua DPC Prawiro Kabupaten Purbalingga, Mayor Purn. DS. Cahyadi menyatakan, pendirian dapur ini sejalan dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemenuhan gizi siswa SD hingga SMA. 

Ia berharap kedepannya progam tersebut dapat dilaksanakan secara terpadu oleh pemerintah, swasta, investor, dan masyarakat, sehingga akan tepat sasaran dan berjalan dengan lancar. 

"Progam ini harus dilaksanakan bersama-sama agar tidak ada kendala dan dapat berjalan dengan baik. Untuk itu kami memohon kepada Wakil Bupati untuk melaunching dapur yang akan mulai beroperasi pada 25 Agustus 2025 di Kecamatan Karangmoncol, Mrebet dan Kertanegara," ujarnya. 

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Prawiro.

Menurutnya, Prawiro tidak hanya berhasil mendirikan tiga dapur baru, tetapi total enam dapur secara mandiri. 

Hal ini menujukan kemandirian ormas, yang mampu berperan dalam pembangunan, khususnya untuk mendukung progam pemerintah pusat. 

"Biasanya ormas belum identik dengan peran ekonomi secara berdikari. Namun Yayasan Prawiro membuktikan sebaliknya. Semoga ini menjadi contoh bagi ormas lain untuk mendukung pemerintah, khususnya MBG yang merupakan progam strategis nasional," ungkapnya. 

Dengan berdirinya tiga dapur baru, jumlah dapur MBG di Purbalingga saat ini bertambah menjadi sepuluh unit. Meskipun demikian kebutuhan dapur di Purbalingga masih mencapai 58 unit. Oleh karena itu, pemerintah daerah pun berupaya untuk terus mendorong percepatan pembangunan dapur, agar manfaat MBG dapat dirasakan masyarakat lebih luas. 

Wabup berharap agar keberadaan dapur tersebut dapat memberikan multiple efek bagi pembangunan daerah. 

"Selain menekan angka stunting dan gizi buruk pada anak sekolah, balita dan ibu hamil serta menyusui, dapur MBG diharapkan dapat memberdayakan penyedia makanan lokal, sehingga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar," ujarnya. 

Lebih lanjut, dalam kesempatan yang sama Wabup Dimas juga mengarahkan agar Yayasan Prawiro dapat memperkuat koordinasi dengan para stakeholder terkait, mengingat pentingnya untuk memastikan agar pengelolaan dapur dapat berjalan dengan optimal, menjaga kualitas makanan yang disalurkan serta menjamin progam MBG agar tidak keluar dari tatanan pemerintah pusat. 

Selain itu ia juga menyatakan bahwa, pemerintah membuka peluang bagi berbagai pihak swasta dan investor untuk turut berpartisipasi dalam memperluas jangkauan progam MBG

Dengan dukungan tersebut ia yakin target penyediaan 58 dapur di Purbalingga dapat segera terealisasi dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved