Penculikan Anak
Kasus Percobaan Penculikan Siswi SD di Semarang, Ini Tanggapan Disdik
Kasus dugaan percobaan penculikan terhadap seorang siswi kelas 6 SDN Pakintelan 02, Kecamatan Gunungpati
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kasus dugaan percobaan penculikan terhadap seorang siswi kelas 6 SDN Pakintelan 02, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, yang terjadi pada Jumat (15/8/2025), mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran dan mendorong peningkatan pengawasan di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto menegaskan, kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik pemerintah, orang tua, maupun satuan pendidikan.
"Ini menjadi pelajaran buat kita semuanya. Baik pemerintah, orang tua, termasuk satuan pendidikan untuk bisa mengevaluasi kegiatan-kegiatan pasca pembelajaran.
Ketika anak-anak sudah selesai sekolah, pastikan mereka langsung bisa pulang ke rumah. Kecuali memang ada kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan di sekolah.
Kalau misalkan anak-anak ada kegiatan lain di luar pembelajaran, ke rumah temannya atau belajar kelompok, saya kira perlu ada izin dulu dengan orang tua," kata Bambang di Balaikota Semarang, Kamis (21/8/2025).
Bambang juga menekankan pentingnya pengawasan dari orang tua, terutama bagi anak-anak yang tidak dijemput sepulang sekolah.
Menurut dia, orang tua juga harus tetap mengawasi dan berkomunikasi dengan pihak sekolah.
"Tetap mengawasi, ya. Komunikasikan dengan pihak sekolah agar kita bisa sama-sama melakukan pemantauan supaya anak-anak itu aman,” katanya.
Dinas Pendidikan, lanjut Bambang, telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk merumuskan langkah-langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) baru terkait pengawasan peserta didik di luar jam pelajaran.
“Kami sudah berkomunikasi dengan DP3A. Mudah-mudahan bisa menjadi semacam SOP baru untuk seluruh sekolah di Kota Semarang agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Menurut dia, dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan akan melakukan sosialisasi dan koordinasi ke sekolah-sekolah, tidak hanya di SDN Pakintelan 02.
“Ya, semuanya. Bukan hanya SD Pakintelan. Nantinya semua sekolah akan kami datangi untuk koordinasi dan sosialisasi lebih lanjut,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagian besar sekolah di Kota Semarang sudah dilengkapi dengan kamera CCTV, yang di antaranya didanai melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Jadi hampir semua sekolah ini sudah ada CCTV. Penyelidikan kejadian di pakintelan kan kita juga bantu kasus seperti ini," katanya.
Menurutnya, pihaknya juga akan mendukung proses penyelidikan oleh aparat kepolisian terkait kejadian ini.
“Kami bantu prosesnya. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian,” imbuhnya. (idy)
| Sosok NH Wanita Sukoharjo Penjual Bilqis, Beli Rp 5 Juta di Makassar Dijual Rp 15 Juta |
|
|---|
| 3 Emak-emak yang Menculik dan Membunuh Bocah Tak Beraksi Sendirian, Ini Sosok 2 Pria yang Membantu |
|
|---|
| Balita Demak Diculik dan Dibunuh, AKP Agil Lihat Mayatnya Lalu Gedor Mobil: Mbok apakne kok mati! |
|
|---|
| Diduga Hendak Culik Anak, Pria Asal Demak Ditangkap Warga, Polsek Banyumanik: Ngomongnya Ngelantur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250822_Bambang-Pramusinto.jpg)