Pertamina Catat Sejarah Penerbangan Perdana Berbahan Bakar Minyak Jelantah
Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman menyebut, penerbangan ini sebagai tonggak penting dalam dunia aviasi Indonesia
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Industri penerbangan nasional menorehkan sejarah baru dalam transisi energi hijau dengan suksesnya penerbangan komersial perdana menggunakan bahan bakar ramah lingkungan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF).
Penerbangan ini dilakukan maskapai Pelita Air dengan rute Jakarta–Denpasar, setelah sebelumnya digelar acara Special Flight Pertamina Sustainable Aviation Fuel.
PertaminaSAF diproduksi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menggunakan bahan baku Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah.
Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman menyebut, penerbangan ini sebagai tonggak penting dalam dunia aviasi Indonesia.
“PertaminaSAF adalah langkah besar dalam transisi energi nasional. Penerbangan spesial ini membuktikan bahwa KPI mampu menjadi pelopor energi hijau sekaligus menunjukkan kapabilitas bangsa dalam memproduksi bahan bakar pesawat masa depan,” ujar Taufik, dalam keterangannya, Sabtu (23/8/2025).
Produk bioavtur tersebut diproses di Kilang Cilacap dengan teknologi co-processing menggunakan Katalis Merah Putih buatan anak bangsa. PertaminaSAF telah lulus uji kualitas baik di laboratorium internal KPI maupun lembaga independen Lemigas, serta memenuhi standar internasional ASTM D1655 dan DefStan 91-091.
Menurut Taufik, PertaminaSAF mampu menurunkan emisi karbon hingga 81 persen dibandingkan avtur fosil. Selain itu, produk ini merupakan bioavtur sustainable pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikat internasional ISCC CORSIA.
Keunggulan lain terdapat pada titik beku (freezing point) PertaminaSAF yang lebih rendah dari standar internasional. Jika standar global menetapkan titik beku minus 47 derajat celcius, PertaminaSAF memiliki titik beku lebih rendah, sehingga tetap aman di kondisi ekstrem penerbangan.
“PertaminaSAF tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga melampaui standar keselamatan internasional. Hal ini memberi nilai tambah tinggi bagi dunia aviasi,” tambah Taufik.
Ekosistem produksi PertaminaSAF melibatkan tiga perusahaan di bawah Pertamina Group, yakni KPI sebagai produsen, Pertamina Patra Niaga sebagai penyedia bahan baku UCO sekaligus pemasar, serta Pelita Air Services sebagai pengguna dalam penerbangan komersial.
“Kami optimis PertaminaSAF akan digunakan lebih luas di masa depan. Inovasi ini adalah langkah nyata Pertamina untuk dunia penerbangan berkelanjutan,” tutup Taufik. (eyf)
| Daftar Motor dan Mobil Dilarang Isi BBM Pertalite di SPBU Pertamina per Kamis 8 Januari 2026 |
|
|---|
| Daftar Motor dan Mobil Dilarang Isi BBM Pertalite di SPBU Pertamina per Selasa 6 Januari 2026 |
|
|---|
| Daftar Motor dan Mobil Dilarang Isi BBM Pertalite di SPBU Pertamina per Senin 5 Januari 2026 |
|
|---|
| Daftar Motor dan Mobil Dilarang Isi BBM Pertalite di SPBU Pertamina per Sabtu 3 Januari 2026 |
|
|---|
| Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Rabu 31 Desember 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250823_jelantah.jpg)