Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Antisipasi Tsunami, Cilacap Kini Dipantau Alat Deteksi Gelombang Laut

BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara memasang alat pendeteksi tinggi permukaan air laut di Pantai Jetis, Kecamatan Nusawungu karena rawan tsunami.

Istimewa/Mijan
ALAT PENDETEKSI - Petugas BMKG memantau alat pendeteksi tinggi muka air laut yang dipasang di kawasan Jetis, Cilacap, sebagai sistem peringatan dini tsunami, Selasa (26/8/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Kabupaten Cilacap dikenal sebagai wilayah di Jawa Tengah yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, Hery Susanto mengatakan, pihaknya memasang alat pendeteksi tinggi permukaan air laut di kawasan Pantai Jetis, Kecamatan Nusawungu.

Alat ini menjadi bagian dari Indonesia Early Warning System yang berfungsi memantau ketinggian air laut untuk mendeteksi adanya potensi tsunami.

Baca juga: Gempa M3,7 Guncang Gunung Kidul Yogyakarta, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Menurut Hery, sensor pada peralatan tersebut akan merekam perubahan permukaan air laut secara signifikan jika terjadi peningkatan tinggi gelombang.

"Alat ini bekerja dengan tenaga surya sehingga tidak bergantung pada listrik PLN, sehingga tetap berfungsi saat listrik padam," jelasnya, Selasa (26/8/2025).

Desa Jetis dipilih sebagai lokasi pemasangan karena merupakan kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan saat musim liburan.

Selain itu, Jetis juga berhadapan langsung dengan zona subduksi lempeng yang berpotensi memicu terjadinya tsunami.

Hery menambahkan, alat serupa juga sudah dipasang di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap.

Meski begitu, menurutnya jumlah perangkat masih perlu ditambah agar sistem deteksi dini semakin rapat dan efektif.

"Semakin banyak titik pemantauan, maka deteksi dini potensi tsunami bisa lebih cepat diketahui," kata Hery.

Hingga saat ini, di Jawa Tengah baru terpasang dua alat pendeteksi tsunami, yakni di PPS Cilacap dan Pantai Jetis.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Bayu Prahara menjelaskan, ada 10 kecamatan dan 55 desa atau kelurahan di Cilacap yang berisiko terdampak tsunami.

Kesepuluh kecamatan tersebut meliputi Kesugihan, Maos, Adipala, Binangun, Nusawungu, Patimuan, Kampung Laut, Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, dan Cilacap Utara.

"Cilacap memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 201,9 kilometer yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia, sehingga ancaman tsunami tidak bisa dianggap remeh," ungkap Bayu.

Baca juga: Daftar 11 Daerah di Indonesia Diterjang Tsunami Dampak Gempa Rusia M 8,7: Peringatan Berakhir!

Bayu menambahkan, Pemkab Cilacap juga terus meningkatkan upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah gedung sebagai tempat evakuasi akhir warga terdampak tsunami.

"Pada tahun 2012 Pemkab sudah melakukan MoU dengan 45 pengelola gedung untuk evakuasi warga terdampak tsunami," jelasnya. (ray)

 

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved