Keluarga SIGAP Buktikan Perubahan Perilaku Terintegrasi Bisa Dicapai Lewat Layanan Kesehatan Primer
Program ini berfokus pada penguatan praktik kesehatan keluarga melalui 3perilaku kunci: imunisasi, cuci tangan pakai sabun, serta pemenuhan gizi.
Motivasi juga bergeser, semakin banyak orangtua atau pendamping anak yang menyebut kesehatan dan kebersihan sebagai alasan utama mencuci tangan, bukan sekadar penampilan atau norma sosial. Keterlibatan ayah meningkat sebesar 13 % , menandai semakin kuatnya keterlibatan bersama orang tua dalam menjaga kebersihan di rumah.
Menanggapi temuan ini, Parnil Sarin, Global Brand Director Lifebuoy, menyampaikan, "SIGAP menunjukkan bagaimana perilaku perlindungan utama, yaitu imunisasi, cuci tangan pakai sabun, dan gizi, dapat menjadi kebiasaan nyata ketika keluarga bisa melihat, merasakan, dan mempraktikkannya dalam rutinitas sehari-hari. Dengan memperluas pembelajaran dari rumah dan sekolah ke platform digital serta media massa, program ini membantu mempertahankan perilaku tersebut dalam skala yang lebih luas dan menjadikan CTPS bagian dari perjalanan kesehatan anak.”
Nutrisi: Mendukung Praktik Pemberian Makan Anak yang Lebih Baik di Rumah
Pembelajaran terkait nutrisi menunjukkan peningkatan nyata dalam praktik pemberian makan anak pada 1.000 hari pertama kehidupan. Praktik inisiasi menyusu dini meningkat sebesar 4,4 % , sementara proporsi anak yang mencapai Keanekaragaman Pangan Minimum naik 6,8 % . Hal ini mencerminkan kualitas pola makan yang lebih baik serta keputusan pemberian makan yang lebih sesuai usia di tingkat rumah tangga.
Peningkatan ini didukung oleh alat bantu praktis yang selaras dengan dinamika keluarga. Rata-rata, 96 % pengguna menyatakan bahwa alat pelacak gizi SIGAP membantu mereka memahami pola makan harian anak, termasuk konsumsi camilan tidak sehat, serta mendorong peran bersama ibu dan ayah dalam pemenuhan gizi anak.
Chris Skeet, CEO The Power of Nutrition, menyampaikan, " SIGAP mencerminkan kekuatan kemitraan dalam mendukung gizi di tempat yang paling penting, yaitu di rumah, setiap hari. Dengan menggabungkan alat praktis, pembelajaran bersama bagi orang tua, dan keterlibatan tenaga kesehatan di lapangan, program ini menunjukkan bagaimana pesan berbasis bukti dan komunikasi perubahan perilaku dapat membantu keluarga mempertahankan praktik pemberian makan yang lebih sehat dan membangun ketahanan jangka panjang.
Memperluas Jangkauan melalui Media dan Digital
Fase scale-up Keluarga SIGAP juga memanfaatkan media dan platform digital untuk memperluas pembelajaran di luar titik interaksi langsung. Pada periode 1 Mei hingga 30 November 2025, iklan layanan masyarakat SIGAP menjangkau lebih dari 4,7 juta orang secara nasional melalui tayangan televisi dan penempatan built-in, sehingga memperkuat kesadaran terhadap program.
Di media sosial, lebih dari 1,14 miliar impresi konten SIGAP disalurkan melalui Meta, YouTube, dan TikTok di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk mendorong perubahan perilaku.
Di YouTube, sebanyak 8,1 juta tayangan selesai menunjukkan retensi yang kuat terhadap ketiga perilaku SIGAP secara berurutan, sementara iklan bumper enam detik mencatat lebih dari 130 juta tayangan selesai.
Kampanye Always On di Instagram dan Facebook menghasilkan 722 juta impresi dan menjangkau lebih dari 40 juta orang, mengantarkan audiens dari tahap kesadaran hingga pembelajaran aktif. Konten influencer yang menggabungkan tren, cerita keseharian, humor, dan suara ahli yang terpercaya menjangkau 17,9 juta orang di Instagram dan 11,8 juta orang di TikTok.
Dengan keterlibatan komunitas yang kuat, pelatihan interaktif, serta dukungan media dan digital, Keluarga SIGAP dirancang agar dapat berkelanjutan dan diperluas. Pembelajaran dari fase scale-up ini akan menjadi dasar bagi pengembangan program ke depan, membantu lebih banyak keluarga menerapkan perilaku pencegahan dan berkontribusi pada masa depan anak Indonesia yang lebih sehat.
Baca juga: Program Keluarga SIGAP: Membangun Fondasi Kesehatan Anak Menuju Generasi Emas 2045
| Info Furniture, Elektronik, Info Kesehatan dan Iklan Kehilangan di Semarang 11-05-2026 |
|
|---|
| RS PKU Muhammadiyah Wonosobo Jadi Pelopor Layanan Kesehatan Tradisional di Daerah |
|
|---|
| Info Furniture, Elektronik, Info Kesehatan dan Iklan Kehilangan di Semarang |
|
|---|
| Jemput Bola ke Pegunungan, RSUD Kajen Hadirkan Layanan Kesehatan Lengkap |
|
|---|
| Rencana Kerja RSUD dr. Soeselo Tegal 2027, Bahas Sarana Parkir sampai Layanan Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/progoram-keluarga-sigap.jpg)