Di SD Ini Seluruh Siswa Wajib Belajar Kungfu dan Militer Setiap Hari
Para bocah itu memang diharapkan punya segudang taktik dan teknik menghadapi alam sekitar
TRIBUNJATENG.COM, CHINA -- Bocah-bocah itu sedang serius berlatih kungfu. Tapi dari seragam yang dikenakan, mereka jelas bukan murid-murid perguruan kungfu.
Tampilan mereka lebih mirip militer. Mengenakan seragam celana biru dan baju grei ala militer. Lengkap dengan dasi merah dan topi berlogo bintang merah tua.
Latihan bela diri itu sudah rutin mereka lakukan di halaman sekolahnya. Sekolah Dasar (SD) "Yang Dezhi" atau yang lebih dikenal sebagai Sekolah Tentara Merah China di barat daya Provinsi Guinzho.
Latihan kungfu pagi difokuskan pada kekuatan bertahan di tengah hawa dingin musim salju. Para bocah itu memang diharapkan punya segudang taktik dan teknik menghadapi alam sekitar yang tidak menguntungkan. Kedahsyatan inilah yang tidak ditemukan di sekolah lain.
"Beladiri dan latihan survival mutlak mereka butuhkan untuk mejalani kehidupannya nanti, " jelas Mu Chunyong, manajer sekolah "Yang Dezhi Kota Wenshuni.
Di sekolah yang dipimpinnya, terdapat 136 bocah, terbagi dalam empat tingkat.
SD Tentara Merah di Kota Wenshuni ini merupakan sekolah Tentara Merah paling legendaris. Usianya sudah lebih dari seratus tahun, sejak berdiri di tahun-tahun terakhir runtuhnya Dinasti Qing.
Sekolah ini menjadi fenomenal sejak dikembang-luaskan pemerintah Tiongkok tahun 2008 lalu. Hingga akhir 2016 lalu, total sudah ada 200 SD Red Army yang tersebar di kota-kota.
Kurikulum sekolah ini diarahkan untuk membentuk patriotisme. Jiwa pejuang ala para pendiri Partai Komunis. Pelajaran cinta tanah air, bela negara, dan lagu-lagu nasional menjadi menu sehari-hari.
Di luar pelajaran para siswa dilatih ala militer. Mulai bela diri, bertahan hidup, kemandirian, dan latihan bela diri.
Sejumlah kalangan mengkritik keras dengan menyebutnya sebagai sebagai tempat menyiksa anak dan mencuci otak.
Namun para pemimpin Partai Komunis yang merupakan partai penguasa tunggal di Tiongkok makin getol mengembangkannya.
“Semangat Tentara Merah adalah modal nyata untuk anak-anak. Ini mengajarkan mereka kerja keras dan berhemat sejak usia muda" Jelas Manajer Sekolah, Mu Chunyong.
Ia memberi contoh Provinsi Guizhou, tempat sekolah yang dipimpinya, merupakan salah satu daerah termiskin di China. Tetapi sekarang banyak keluarga bersemangat memperbaiki kehidupan keluarga. Menjadi penting untuk mengingatkan para murid tentang kerja keras.
"Jika tidak ditanamkan semangat perubahan, anak-anak ini punya harapan atas kondisi hidupnya sekarang"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wajib-militer-dini_20170215_101841.jpg)